Akibat Cekcok Kasatpol PP Vs BNN, Pengungkapan Jaringan Narkoba Malaysia Gagal

Ancam-Tembak.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

Laporan: SIGIT EKA YUNANDA 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, Brigjen Pol Untung Subagyo mengatakan, keberadaan Kombes Pol Iwan Eka Putra di Grand Dragon Pub dan KTV untuk menangkap jaringan internasional ekstasi asal Malaysia. 

Brigjen Pol Untung Subagyo mengatakan, jaringan tersebut akan melakukan transaksi sebanyak 5.000 butir pil ekstasi dengan anggota BNN Riau sedang menyamar sebagai pembeli. 

Saat transaksi itu, tuturnya, terjadilah insiden cekcok antara Kepala Bidang Penindakan BNNP Riau, Kombes Pol Iwan Eka Putra dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pekanbaru, Agus Pramono, Jumat dinihari, 23 Agustus 2019 di halaman Grand Dragon Pub dan KTV.  

“Dengan kedatangan beberapa anggota Satpol PP melaksanakan tugas patroli bisa diartikan menggagalkan. Artinya di sini target akan kita ungkap itu jadi gagal, karena banyak personel Satpol PP berseragam. Padahal sebelumnya sudah A1, fix betul itu ada di lokasi keributan (Grand Dragon) ” ujar Kepala BNNP Riau, Brigjen Pol Untung Subagyo kepada wartawan. 

Untung menjelaskan, ini semua tak terlepas dari kesalahpahaman dan miskoordinasi antara kedua lembaga penegak hukum tersebut. Jenderal bintang satu itu menjelaskan, 5.000 butir pil ekstasi yang akan ditransaksikan itu, merupakan bagian dari penangkapan 8 kg sabu-sabu yang ditangkap BNN Provinsi 14 Agustus 2019 di Jalan Kuantan. 

 

Sedangkan, di sisi lain, Satpol PP Pekanbaru juga melaksanakan tugasnya, melakukan razia perizinan di Grand Dragon Pub dan KTV. Satpol PP menemukan, dari izin diperbolehkan untuk beroperasi pukul 22.00 WIB, Grand Dragon melanggarnya buka hingga dinihari. 

Sugeng menjelaskan, pengungkapan narkoba ini harus dilakukan dengan penyamaran sangat ketat. Kegagalan Jumat dinihari merupakan kegagalan operasi telah berlangsung lebih dari sepekan.

“Gagalnya inilah mungkin ada kekecewaan dari personil kami sehingga menanyakan kepada Satpol PP, sementara mereka juga menjalankan tugas. Sehingga terjadilah adu mulut antara kedua oknum. Padahal ini tidak perlu terjadi, jika kedua oknum saling memahami tugas masing-masing,” kata Sugeng. 

Ia menampik isu-isu menyatakan Kombes Eka Putra menghalang-halangi kerja Satpol PP. Atau bahkan menjadi backing dibalik kejadian tersebut.

"Kami diviralkan menghalangi tugas bahkan disebut backing padahal sebenarnya tidak. Saya selama di sini selalu melaksanakan tugas sesuai kapasitas saya. Akan saya bersihkan pelanggaran narkoba di Provinsi Riau,” kata Sugeng berjanji. 

Hal sama dijelaskan langsung oleh Kombes Pol Iwan Eka Putra. Ia memang melakukan penyamaran langsung. Alasan mengapa turun langsung adalah karena masih baru dan belum diketahui gembong narkoba di Riau.

“Ada sisi keuntungan saya turun langsung, saya masih baru. Buktinya saya masuk tidak ada yang tahu. Kalau anggota saya yang turun langsung, jangankan wujudnya, baunya saja sudah buat bubar,” ujar kombes Eka Putra

Ia kaget adanya personil Satpol PP di lokasi kejadian. Iwan yakin malam itu transaksi akan dilakukan. “Sebenarnya di lantai dua itu sudah ada kaki-kakinya. Kalau kemarin berhasil, kurir pembawa kita tangkap, kurir penerima kita tangkap, pengendali kita tangkap. Sekarang mungkin 5.000 butir tersebut sudah tersebar ke seluruh Pekanbaru," pungkasnya.