Ingin Totalitas di Pawai HUT RI, Pemuda Bengkalis Ini Rela Pinjam Outfit Tetangga

PAWAI-HUT-RI-KE-74-BENGKALIS.jpg
(Hasbullah)

RIAUONLINE, BENGKALIS -Setiap rakyat Indonesia memiliki cara tersendiri untuk merayakan kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah memasuki usia ke-74 tahun ini. Salah satunya Desman Setiawan.

Pemuda asal Selat baru, Bantan, Bengkalis ini bahkan rela meminjam sepeda onthel milik ketua komunitas Onthel di kecamatan Bantan hanya untuk mengikuti pawai kemerdekaan.

Tia, sapaan akrabnya, mengaku selalu meminjam sepeda ini setiap tahunnya karena ingin merasakan bagaimana susahnya para pejuang dahulu berkoordinasi dalam mempersiapkan segala bentuk persiapan kemerdekaan.

"Mau merasakan saja rasanya gimana berkendara waktu zaman perjuangan dahulu," cerita Tia, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Diakui Tia, ia memiliki sepeda onthel sendiri peninggalan keluarganya, namun ia memilih meminjam sepeda ontel lain yang menurutnya lebih bagus agar bisa tampil maksimal di hari ulang tahun RI.

Selain meminjam sepeda, Tia yang mengenakan kemeja lengan pendek berwarna biru keabu-abuan dan celana pendek serta sepatu kulit khas era 40-an juga meminjam outfit ke orang lain, yakni topi bundar khas pasukan perang.

"Saya pinjam keduanya tadi pagi, topi dan sepeda ini. Kalau topi saya sering gonta ganti, kadang peci, kadang topi ini, mungkin tahun depan blangkon," tuturnya.

Rutinitas seperti ini, sambung Tia, sudah ia jalani selama lima tahun belakangan baik dengan barang milik pribadi maupun harus meminjam ke tetangganya.

Tahun lalu, ia bercerita kala mengenakan pakaian peninggalan almarhum kakeknya yang pernah menjabat sebagai sekretaris desa.

"Tahun kemarin pinjam baju punya kakek, seragam putih dan celana putih, ditambah sepatu putih," lanjutnya.

Lebih jauh, perayaan kali ini menurut Tia kurang ramai jika dibandingkan tahun lalu, dimana saat itu ada sekitar 20-an masyarakat yang pawai dengan onthel dan ada beragam jenis kesenian.

"Tahun ini cuma 8 sepeda, tahun lalu ada 20-an. Terus penampilan kesenian juga jauh berkurang dari tahun lalu. Mungkin karena tahun ini perayaan tidak terpusat lagi di satu titik," tutupnya.