Riau Berasap saat HUT Ke-62 dengan Angkat Tema Riau Hijau dan Bermartabat

Asap-Selimuti-Jembatan-Siak-IV.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/WIDIARSO)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Hari ini, Jumat, 9 Agustus 2019 Provinsi Riau genap berusia 62 tahun. Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) tahun ini mengangkat tema Riau Hijau dan Bermartabat. 

Perayaan HUT Ke-62 Provinsi Riau ditandai dengan upacara pagi di tengah kabut asap dihadiri ribuan warga Riau. Mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), para honorer, pelajar, mahasiswa hingga tamu undangan, ikuti upacara. Hampir 95 persen di antara mereka tak mengenak masker kala ikuti upacara. 

Dari logo HUT Ke-62 Provinsi Riau, memiliki makna angka 6 diberi warna emas, dan angka 2 warna hijau, ditengah-tengahnya disematkan logo bulan dan bintang. Warna kuning atau emas di angka enam melambangkan martabat, kejayaan, kekayaan alam melimpah dan hidup dalam kesejahteraan.

Sementara angka 2 diberi warna hijau melambangkan alam subur, damai dan seimbang. Juga masyarakat agamis dan religius. Di angka 2 terdapat bentuk lipatan representasi dari pita bermakna mempererat tali persaudaraan dan semangat gotong-royong warga Provinsi Riau.

Bentuk bulan dan bintang yang ada di tengah-tengah logo, merupakan representasi dari masyarakat yang agamis. Di ujung kedua angka tersebut, juga diberikan motif selembayung, dimana bentuk ini merupakan representasi dari motif Melayu Riau. Bentuk keseluruhan logo merupakan representasi bentuk perisai kerajaan Siak yang membawa pesan bermanfaat.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Riau, Kamis sore, 8 Agustus 2019, pukul 16.00 WIB, di Riau terdapat 11 titik api dengan persebaran di Rokan Hilir (11 titik), Bengkalis 3, Kampar 1 dan Pelalawan 2. Dari jumlah tersebut, tingkat akurasi atau level confidence 70 persen berjumlah 5 titik, masing-masing berada di Rohil, Bengkalis, dan Kampar sebanyak 1 titik dan Pelalawan 2 titik.

"Jarak pandang terpendek berada di Kota Dumai dengan 4 kilometer status asap. Di Dumai juga kondisi udara tidak sehat dengan indeksnya mencapai 144," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger. 

Direktur Bahtera Alam, Harry Oktavian mengatakan, tagline Riau Hijau dan Bermartabat, memiliki makna sangat dalam di aspek lingkungan. Apalagi, di saat bersamaan dengan HUT Ke-62 Riau, "tamu" berupa kabut asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) semakin mengkhawatir. 

"Di sinilah dinantikan komitmen dari Gubernur Riau, Syamsuar. Tak sebatas slogan, ataupun konsep di atas kertas semata, benar-benarRiau harus usung Riau Hijau dan Bermartabat. Komitmen itu diturunkan dalam bentuk regulasi, seperti Perda, Pergub serta aksi nyata menuju ke sana. Sehingga tamu saban tahun ini, Karhutla dan kabut asap, tak berulang tahun tahun depan," kata Harry kepada RIAUONLINE.CO.ID

Tak hanya pemerintah semata saja, tutur Harry, perusahaan dan masyarakat juga dituntut komitmennya, sama-sama mewujudkan Riau Hijau tersebut. Tujuannya, ketika sudah hijau, tentu diharapkan tak ada lagi kebakaran hutan dan lahan, termasuk kabut asap akibat aktivitas ilegal tersebut.