Polisi Dalami Insiden Road Race Maut Tewaskan Mahasiswa di Bengkalis

yusup-rahmanto.jpg
(Andrias)

Laporan: ANDRIAS

RIAUONLINE, BENGKALIS - Kepolisian Resor Bengkalis sampai saat ini tengah mendalami kecelakaan maut saat iven balap road race diselenggarakan oleh IMI Bengkalis, Minggu 15 Juli 2019 kemarin.

M Sukur bin Abdul (20), Mahasiswa Semester tujuh Politeknik Negeri Bengkalis, meninggal dunia setelah sepeda motor peserta balap yang tidak bisa dikendalikan menghatam dan dirinya dan terseret hingga puluhan meter menerobos pagar Kantor Dinas Kominfotik Bengkalis.

Korban langsung dilarikan dan sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis, Namun, korban tidak tertolong dan menghembuskan napas terakhir, Senin 15 juli 2019 sekitar pukul 01.00 WIB dinihari.

"Saat ini dalam penyelidikan kepolisian dan kita masih mendalami permasalahan ini," kata Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto, dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan, Kepada RIAUONLINE.CO.ID, Rabu 17 Juli 2019.

Pun demikian, Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan menampik dimulainya penyelidikan pada iven road race yang menelan korban jiwa itu dikarenakan adanya laporan dari pihak keluarga korban.

"Korban tidak melapor. Kita masih mendalami permasalahan ini," pungkas Kasat Reskrim Bengkalis ini.

Sebelumnya, Ketua IMI Bengkalis, Windi Tresna didamping penanggungjawab kegiatan, Chairul Afrizal serta pengurus KONI Kabupaten Bengkalis menyebut peristiwa ini merupakan musibah yang kita semua tidak dapat prediksikan.

"Panitia dan IMI serta KONI mengucapkan belasungkawa dan kamipun telah mendatangi dan menemui langsung orang tua korban di rumah duka dan mengatakan akan bertanggunga jawab ataa peristiwa ini," ujar Windi Tresnawan.

Disenggol, prihal adanya upaya pihak keluarga korban akan melanjutkan dan membawa perkara tersebut ke jalur hukum? Ketua IMI Bengkalis inipun hanya terdiam dan enggan berkomentar.

"Kita sudah melakukan upaya kekeluargaan kepada orang tua korban. Intinya, keluarga legowo. Namun jika ada pihak yang kurang berkenan dan melanjutkan kejalur hukum, itu hak mereka. Kami (KONI) akan tetap memberikan perlindungan kepada IMI yang memang di bawah naungan kita," kata salah satu pengurus KONI yang kerap disapa Iwan, didampingi Budiman.