Penyelenggara Road Race Bengkalis Bertanggung Jawab Tewasnya Penonton

imi-dan-koni.jpg
(Andrias)

Laporan: ANDRIAS

RIAUONLINE, BENGKALIS - Road race atau balapan motor di Bengkalis telah usai digelar. Namun, tragedi tewasnya satu penonton masih menjadi topik hangat pembicaraan oleh warga Bengkalis.

Sebagian pihak menyesalkan insiden yang menimpa penonton itu. Padahal, untuk menyaksikan road race tersebut penonton dipunguti biaya masuk oleh panitia penyelenggara sebesar 20 - 25 ribu.

"Orientasi digelarnya road race itu hanya mencari keuntungan dengan menjual karcir masuk kepada penononton. Dikesalkan lagi, kok panitia mengabaikan keselamatan bagi penonton," kata tokoh pemuda Bantan, Syamsul kepada RIAUONLINE.CO.ID, Selasa 16 Juli 2019.

Syamsul mengaku ikut menyaksikan road race pada saat terjadinya tragedi pebalap yang bersenggolan lalu terjatuh sehingga kendaraan pebalat tersebut menghantam dan menyeret korban dan akhirnya korban menghebuskan napas di RSUD Bengkalis.

"Pengamanan untuk keselamatan penontonnya memang sangat minim. Saya melihatnya hanya pembatas yang tidak jauh dari sirkuit balap. Dan lagi hanya dibatasi terpal berwarna biru," pungkasnya.

Ketua Korwil Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bengkalis, Windi Tresnawan mengakui iven balap motor memang dipunguti biaya masuk kepada penonton dengan membeli karcis.

"Hari sabtu karcis masuk dijual seharga Rp 20 ribu dan hari kedua pada hari minggu karcis dijual seharga Rp 25 ribu," akui Windi Tresnawan.

Windi Tresna didamping penanggungjawab kegiatan, Chairul Afrizal serta pengurus KONI Kabupaten Bengkalis menyebut peristiwa ini merupakan musibah yang kita semua tidak dapat prediksikan.

"Panitia dan IMI serta KONI mengucapkan belasungkawa dan kamipun telah mendatangi dan menemui langsung orang tua korban di rumah duka dan mengatakan akan bertanggunga jawab ataa peristiwa ini," ujar Windi Tresnawan.

Disenggol, prihal adanya upaya pihak keluarga kerbon akan melanjutkan dan membawa perkara tersebut ke jalur hukum? Ketua IMI Bengkalis inipun hanya terdiam dan enggan berkomentar.

"Kita sudah melakukan upaya kekeluargaan kepada orang tua korban. Intinya, keluarga legowo. Namun jika ada pihak yang kurang berkenan dan melanjutkan kejalur hukum, itu hak mereka. Kami (KONI) akan tetap memberikan perlindungan kepada IMI yang memang di bawah naungan kita," kata salah satu pengurus KONI yang kerap disapa Iwan, didampingi Budiman.

Ditambahkan Ketua IMI Bengkalis, Windy Tresnawan lagi. Pihaknya dalam mwngadakan iven ini tentunya semua prosedur susah dilakukan.

"Baik izin dan safety arena balap yang langsung dikerjakan oleh pihak provinsi," pungkasnya semberi menambahakan tentunya sebagai panitia tidak akan lepas tangan akan kejadian ini.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Ricky Meilki SIK dikonfirmasi berdalih telah memberikan izin hingga terselenggaranya road race tersebut.

"Untuk izin lantas, sebatas penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas. teknis pelaksanaannya itu dari penyelenggara," singkat Kasat Lantas Bengkalis.