Pekanbaru Semerawut, Eks Gubernur Riau Wan Abubakar: Firdaus Jangan Pencitraan Saja

Wan-Abu-Bakar.jpg
(Azhar Saputra)


RIAUONLINE, PEKANBARU - Tokoh masyarakat Riau Wan Abubakar mengkritik pemerintahan Walikota Pekanbaru Firdaus yang menurutnya saat ini lebih condong pada pencitraan saja ketimbang kerja nyata.

Mantan Gubernur Riau ini mengatakan, harusnya Firdaus bisa mengiringi perkembangan masyarakat Kota Pekanbaru yang selalu mengalami peningkatan dari segi jumlah.

"Tapi perkembangan itu, tidak diimbangi dengan kemajuan dari segi masalah sarana dan prasarana di kota ini," katanya, Minggu, 23 Juni 2019.

Wan bahkan membeberkan beberapa bukti ketidakmampuan Firdaus dalam mengelola kota Pekanbaru dengan maksimal, apalagi saat ini Firdaus sudah memasuki masa periode kedua.

Dari sisi pelayanan transportasi, menurut Wan, Kota Pekanbaru sangat lemah, begitu juga dengan tata kelola pemerintahan, pembinaan, dan kebersihan kota yang semuanya semrawut sekali.

"Pengaturannya tidak profesional, kondisi jalan yang berlubang-lubang, ini bukti bahwa Kota ini tidak dikelola dengan baik," tambahnya.

Kemudian, dari sisi sarana rekreasi, Firdaus juga menurutnya tidak optimal dalam mengembangkan potensi wisata taman hijau di mana masyarakat tidak terlayani dengan baik begitu juga dengan pedagang kaki lima dan UKM di sekitar tempat rekreasi tersebut.

Tak hanya itu, masyarakat Pekanbaru juga jauh dari rasa aman dikarenakan banyaknya penjambretan, curanmor dan sejumlah tindak kriminal lainnya yang hingga hari ini belum bisa diatasi dengan baik.

Yang berkembang, dilanjutkan Wan, adalah hiburan malam yang sangat tidak sehat apalagi Firdaus selama ini selalu menggaungkan Kota Pekanbaru sebagai kota Madani.

"Hiburan yang tidak sehat juga masih berkembang, termasuk di tempat-tenpat sepi, anak muda berangkulan dengan bebas, padahal firdaus selalu menyebut ini kota Madani, kalah dia bilang begitu berarti masyarakatnya juga harus punya moral dan agamis," jelasnya.

Wan menambahkan, apa yang terjadi pada Pekanbaru harus segera ditinjau. Apakah karena keterbatasan anggaran atau ada faktor lain, namun apabila anggaran menjadi alasan berarti skala prioritas pembangunan Firdaus tidak tepat.

"Jangan karena lebih mementingkan proyek besar saja, yang kecil-kecil ini tidak terurus," tuturnya.

Firdaus, menurut Wan, walaupun seorang ahli teknik dan berpengalaman sebagai Kadis PU Provinsi Riau, namun 7 tahun pemerintahannya belum memperlihatkan keahliannya dari segi pembangunan.

"Jangan hanya teori dan pencitraan, hilangkan pemerintahan yang menonjolkan pencitraan. Ayo bangun kota dengan pengorbanan, keikhlasan, dan tidak dengan pencitraan," tegasnya.