Konflik Agraria, Warga Koto Aman Kembali Tagih Janji Jokowi

Gubernur-Riau-Syamsuar-Makan-Siang.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/HASBULLAH TANJUNG)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar dikepung oleh masyarakat Koto Aman, Tapung Hilir, Kampar di depan kantor DPRD Riau, Jalan Sudirman, Senin, 11 Maret 2019.

Seperti yang diketahui, saat ini Syamsuar bersama DPRD Riau menggelar rapat paripurna istimewa pidato sambutan gubernur Riau masa bakti 2019-2024.

Namun, usai rapat paripurna di gelar Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution bersama anggota DPRD Riau langsung menuju ruang medium untuk makan siang.

Sementara itu, di luar kantor DPRD Riau massa yang sudah menanti janji Jokowi masih terus berorasi, tampak massa sedang duduk menantikan kedatangan Gubernur Riau dan pejabat lainnya.

 

"Konal ibu samo ketua DPR nyo? Kalau samo pak Gubernur le tontu nyo? Bekok awak besalam kek inyo yo, kini awak tunggu inyo disiko yo," ujar Korlap Aksi Dapson menenangkan massa.

Sebelumnya, Koordinator Lapangan aksi massa, Dapson mengatakan masyarakat kembali mendatangi DPRD untuk menagih janji pemerintah.

Dijelaskan Dapson, lahan desa mereka sudah diserobot mulai tahun 1991 oleh PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL). Total lahan masyarakat yang diserobot PT SBAL, lanjut Dapson, adalah 1.500 hektare.

"Maka, kami tak akan mundur, sebelum tuntutan kami dipenuhi, yaitu kembalikan lahan masyarakat yang diserobot PT SBAL," cakapnya.

Dapson juga mengaku kecewa dengan sikap pemerintah provinsi yang terkesan cuek dengan nasib yang menimpa masyarakat Koto Aman, sebab hingga hari ini belum ada solusi yang diberikan.

"Mereka enak enak sidang istimewa didalam, kami disini macam anjing menggonggongg, nanti kalau udah mau dipilih, baru bilang kami berjuang untuk rakyat," tegas Dapson

"Kami dibiarkan luntang lantung di bawah kolong jembatan, sudah 7 hari 7 malam, tak pernah sekalipun kami di fly over gubernur datang, karena apa bapak ibu, karena kita ini miskin, tak diperhatikan," cakapnya lagi.