Kondisi Stadion Utama Riau Kian Memprihatinkan

Stadion-utama-tak-terawat.jpg
(Sigit)

Laporan: SIGIT EKA YUNANDA

RIAUONLINE, PEKANBARU - Stadion utama Riau yang merupakan venue utama tempat pembukaan dan penutupan pesta Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke-XVIII pada tahun 2012 lalu semakin rusak dan tidak kunjung mendapat perbaikan.

Sejumlah fasilitas pendukung dan hiasan sekitaran stadion terlihat dirusak oleh sekelompok orang tidak bertanggung jawab yang mencoret-coret, mengikis cat, dan berbagai perilaku nakal lainnya.

Bagian dalam stadion juga tidak luput dari pengrusakan, terlihat kaca sejumlah ruangan dan alat-alat semisal kursi atau meja rusak bahkan dicuri.


Selain itu pula terlihat basemen tempat parkiran kendaraan tidak dapat diakses sebab terendam oleh air hujan yang masuk ke dalam sementara sistem drainasenya rusak. Akibatnya kendaraan harus diparkir di sekitaran stadion seperti yang terjadi pada laga Amal Indonesia Legens vs PSPS Allstars beberapa waktu lalu.

Meski begitu kondisi lapangan dan tribun penonton terlihat masih baik dan dapat digunakan untuk menggelar pertandingan setidaknya laga eksebisi atau laga persahabatan.

Stadion ini diketahui merupakan venue utama PON Riau berkapasitas 44 ribu penonton, disebut salah terbesar di Asia. Namun sejumlah masalah mengiringi pembuatan maupun penyelenggaraan stadion ini sehingga tidak dapat maksimal penggunaannya.

Sempat terhutang 264 Milliar kepada kontraktor akhirnya pemerintah Provinsi Riau melunasi tunggakan tersebut melalui dana APBD sehingga Stadion Utama Riau resmi menjadi milih pemerintah. Meski begitu penggunaannya belum dapat benar-benar dimaksimalkan.

Selain PON, kompetisi Nasional yang pernah digelar adalah sebagai stadion penyelanggara kompetisi kualifikasi piala AFC U-22 dimana Indonesia menjadi salah satu tuan rumah menyambut Australia, Jepang, Singapura, Makau dan Timor Leste kala itu.