Pengerjaan RLSH Asal-asalan, Dewan Minta Dinas Tinjau Lapangan

Rumah-Layak-Huni-dalam-proses-pembangunan.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/HASBULLAH TANJUNG)


RIAU ONLINE, PEKANBARU - Komisi IV DPRD Riau membidangi pemukiman mengaku menyayangkan pengerjaan asal-asalan dalam proyek Rumah Layak Siap Huni (RLSH).

"Itu pengerjaannya asal-asalan kalau saya amati, kalau bangunannya begini tentu ketahanan bangunan ini tidak akan kuat nantinya," ungkap anggota Komisi IV Abdul Wahid, Rabu, 26 September 2018.

Untuk itu, Ketua DPW PKB Riau ini mengatakan dirinya sudah menghubungi dinas terkait untuk segera menelusuri pembangunan proyek yang tengah berlangsung ini.

"Kita sudah minta dinas kesana, kalau perlu nanti saya juga akan ikut turun," tambahnya.

Dikatakan Wahid, apabila sesuai dengan aturan, tanggung jawab pembangunan RSLH sebenarnya sudah dilimpahkan sepenuhnya kepada LPM setempat.

"Tapi dalam proyek ini ada tim pengawas, apakah pengawasan kurang sehingga pengerjaan asal-asalan begini, kita sudah minta dinas menyelediki ini, baik itu pengawasnya maupun Kelompok Masyarakat (Pokmas) nya," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, program Rumah Layak Siap Huni (RLSH) dari Pemerintah Provinsi tampaknya sedikit mengecewakan masyarakat yang menerimanya, salah satunya dari warga jalan Hang Tuah, kelurahan Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya.

Salah seorang warga yang menerima bantuan rumah ini, Yunimar mengatakan dirinya kecewa dengan pembangunan rumah ini, pasalnya beberapa bagian tampak dikerjakan secara asal-asalan.

"Kalau begini ya kita tidak terima, walaupun ini gratis, tapi kan kondisi begini ya kita tidak nyaman, kalau begini kan cepat runtuh," ujar menantu Yunimar, Reza, Kamis, 20 September 2018.

Baca Juga Warga Keluhkan Rumah Layak Huni dari Pemprov Riau

Berdasarkan pengamatan RIAUONLINE.CO.ID, rumah yang masih berproses ini menggunakan kayu yang merupakan kayu bekas dan tampak tidak lurus.

Proses pengecoran rumah ini juga tidak rapi, dimana pengecoran hanya berupa tempel-tempel saja dan tampak keriting. Bahkan, beberapa bagian pengecoran tampak kosong dan besi terlihat dari jauh.

Sementara itu, ketua LPM Kecamatan Tenayan Raya Jaswadi, mengaku sangat menyayangkan hal ini, sebab kalau pembangunan sekarang dipaksakan, maka usia rumah tidak akan lama.

"Ini merugikan masyarakat, kami LPM yang memperjuangkan bantuan ini tidak menerima, kasihan masyarakatnya," ujarnya.

"Kayunya kayu bekas, pemasangan konsen pintu dan jendela miring, semennya tempel-tempel begini," tambahnya.

Adapun jumlah unit rumah di Kelurahan Bencah Lesung Kecamatan Tenayan Raya mendapat bantuan sekitar 10 unit rumah, dan 5 diantaranya sudah selesai.

"Sebagian mengadu, sebagian lagi sudah selesai, jadi kita tidak bisa ngecek pembangunannya, ada sekitar 4-5 yang belum diatap, dan kita lihat semuanya begini kondisinya," tutupnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id