Pemprov Riau Pekerjakan Outsourcing, Bagaimana Nasib Honorer?

Ahmad-Syah-Harrofie.jpg
(Azhar Saputra)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Devisit anggaran yang dialami Pemprov Riau dapat berimbas kepada pengurangan pegawai honorer di lingkungan kerja mereka. Namun dalam kondisi seperti ini, masih ada jalan keluar lain.

Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Masyarakat, Ahmad Syah Harrofie mengatakan bahwa mereka akan memikirkan untuk mempergunakan pekerja alih daya atau yang lebih dikenal dengan sebutan outsourching.

"Mungkin sistem outsorching bisa dikaji. Jadi tidak lagi menggunakan tenaga honorer tapi menjadi tenaga kerja," katanya, Sabtu, 1 September 2018.

Menurutnya, mempekerjakan pegawai alih daya tepat dengan kondisi keuangan mereka yang sedang dalam keadaan devisit akibat tunda salur yang diterapkan oleh pemerintah pusat, turunnya harga minyak mentah sampai belum adanya pembahasan mengenai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).

"Itu kan menjadi tidak permanen. Menjadikan tenaga kerja yang ada di sebuah perusahaan kemudian mengontrakkan diri pada pemerintah daerah," ucapnya kembali.

Pekerja alih daya itu nantinya akan mengisi sektor-sektor yang tidak dimiliki oleh ASN dilingkungan pemprov Riau. Sehingga pelayanan mereka kepada masyarakat tetap terjaga ditengah devisitnya anggaran mereka.

"Seperti akan mengisi jabatan dari segi kualitas tidak ada ASN yang memiliki kompetensi untuk jabatan tertentu. seperti tenaga ahli atau bisa jadi teknisi," tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi, mengatakan bahwa 2019 bakal jadi tahun terberat bagi pekerja honorer di Pemerintah Provinsi Riau.

Pasalnya, akibat dari tunda salur yang diterapkan oleh pemerintah pusat, turunnya harga minyak mentah sampai belum adanya pembahasan mengenai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) membuat pihaknya kalang kabut untuk mengelola keuangan. Dampaknya, pegawai honorer terancam dirumahkan.

"Mungkin pengurangan pegawai akan terjadi di 2019. Kalau di tengah tahun seperti ini tidak mungkin. Karena kontrak itu kan per tahun. Sulit juga untuk memutuskan kontrak di pertengahan tahun seperti ini. Itu juga akan berdampak pada kepentingan mereka," katanya, Kamis, 23 Agustus 2018.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id