Prabowo dan Teluk Belanganya, Jokowi dan Jaket Millenial Sporty

Prabowo-dan-Jokowi-berpelukan.jpg
(Suara.com/ANTARA FOTO/INASGOC)


RIAU ONLINE, PEKANBARU - Prabowo Subianto dan Joko Widodo sebagai petahana, kembali meramaikan kontestasi Politik Pilpres 2019. Hadirnya dua tokoh tersebut seperti mengulang Pilpres 2014 silam.

Jokowi dan Prabowo akan kembali bertarung di Pilpres 2019 sangat menyita perhatian masyarakat. Apalagi, Jokowi dan Prabowo dipersatukan dalam pelukan atlet pencak silat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah yang meraih prestasi gemilang di Asian Games 2018.

Bersatunya kedua tokoh besar Indonesia itu dalam satu pelukan menjadi momen langka yang memantik pujian dari berbagai kalangan. Termasuk dari anak Riau, Miftah Sabri. RIAUONLINE.CO.ID kembali menyajikan Catatan Miftah Sabri.

Berikut isi catatan Miftah Nur Sabri:

Sinar Pak Prabowo berbeda hari itu. Dia sumringah. Penuh kebahagiaan dengan teluk belanganya. Berpeci hitam, berteluk belanga hitam, bersepatu kulit klasik hitam, seragam pendekar di tanah melayu, warna kaum kesatria. Dalam balutan songket emas, sinarnya mempesona. Auranya terkesan kuat. Prabowo tidak tampak tua dalam balutan ini. Ia tampak anggun. Kokoh. Dan muda. Saya merasakan, dengan sangat kuat. Ia sempurna dalam balutan ini. Ia pendekar. Pesilat yang zahirnya mencari teman, batinnya mencari Tuhan.

Ia menyambut Pak Jokowi yang datang dengan jaket ala pembalap, berwarna merah. Tadinya saya fikir ini jaket resmi Atlet Indonesia dalam arena Asian Games ini. Saya duga pada mulanya emblem di dada jaket itu bordiran merah putih, ternyata tidak: Di dadanya tertulis speed meter di dada kanan, syndicate di dada kiri. Di lengannya ada tertulis Bulls AutoSpeed Syndicate. Apa maknanya, saya tidak mengerti. Yang saya tangkap hanya kesan. Kesan Pak Jokowi yang sporty, anak muda gaul mengikuti zaman. Meskipun sudah lewat setengah abad jaket dan sneakernya membuat Ia tampak muda.

Sinarnya juga berbeda sekali hari itu. Sumringah. Meskipun Pak Jokowi lebih millenials gayanya, Dia datang sebagai kepala negara.

Ada pula Ibu Mega, dan ada pula Pak JK. Presiden dan Wapres mengunjungi padepokan pencak silat, seni bela diri yang sebentar lagi akan ditabalkan menjadi non material world heritage oleh UNESCO. Pencak silat dari dengan asal Indonesia, berserta pantun dengan asal dari dua negara, Indonesia dan Malaysia.

Kehadiran Pak Jokowi, Ibu Mega dan Pak JK ke markas Padepokan silat Pak Prabowo memberi emosi positif di jagat media sosial. Khusus di linimasa saya, energinya positif. Bahkan penuh persahabatan. Hastag yang pekan lalu memisahkan Indonesia, seolah terkubur begitu saja oleh Pencak Silat yang menyatukan kita.

Publik tersentak. Dua putra terbaik bangsa yang akan rematch kembali dalam pilpres.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id