Riau Akan Tolak Pertamina Kelola Blok Rokan, Jika...

Anggota-Komisi-IV-DPRD-Riau-Asri-Auzar.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)


RIAU ONLINE, PEKANBARU - Komisi IV DPRD Riau membidangi ESDM mengaku cukup puas dengan keputusan Pemerintah Pusat yang sudah memutuskan pengelolaan Blok Rokan diserahkan pada Pertamina pada 2021 mendatang.

Kepuasan itu disampaikan oleh anggota Komisi IV DPRD Riau Asri Auzar. Ketua DPD Demokrat Riau ini mengatakan dengan diserahkannya pada Pertamina berarti Blok Rokan berhasil dikuasai bangsa Indonesia.

"Yang jelas tidak diserahkan pada asing dan diserahkan pada BUMN kita, masih sesama bangsa Indonesia," ungkap Asri, Selasa, 31 Juli 2018.

Meskipun begitu, Asri juga menegaskan bahwa Pertamina harus bernegosiasi dengan masyarakat Riau terkait pengelolaan Blok yang terkenal subur ini.

"Kita negosiasi dengan Pertamina, berapa persen untuk kita? Kalau dia mau mengelola semua, kita akan tolak. Riau ini milik kita," tambahnya.

Selain itu, Politisi asal Rohil ini juga akan meminta Pertamina dan pemerintah Pusat untuk bersedia memecah Blok Rokan menjadi 7 blok agar kesejahteraan bisa dirasakan seluruh masyarakat Riau.

"Jadi, masyarakat yang berada di daerah tersebut bisa merasakan berkah dari minyaknya, sebelumnya kita menyebut pecah 4 blok, ternyata setelah dilakukan pengkajian ulang, ada 7 kabupaten yang masuk dalam Blok Rokan," jelasnya.

Yang utama, kata Asri, Pertamina selaku BUMN harus bisa bekerjasama dengan BUMD seperti PT Bumi Siak Pusako (BSP), sehingga BUMD bisa memaksimalkan Partisipating Interesting (PI) sebesar 10 persen sesuai dengan Permen ESDM No 37 Tahun 2016.

"Selama ini minyak kita dikuasai asing, angka kemiskinan tidak berkurang. Kalau dengan BUMN kita lebih mudah berkomunikasi karena sesama bangsa Indonesia," tutupnya.