Menangkan Syam-Edy, Eep: Tagih Janji saat Kampanye

Konferensi-Pers-Kemenangan-Syam-Edy.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/UJANG ANDRIAN)

RIAU ONLINE, PEKANBARU  - Konsultan politik dan pemenangan Calon Gubernur Riau nomor urut 1, Syamsuar-Edy Nasution, Eep Saefullah Fatah, mengingatkan, kerja pemenangan tidak hanya berhenti hingga tahap mengantarkan kemenangan bagi pasangan calon.

Melainkan juga, menagih janji dan mengawal pemerintahan duet ini usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo, pertengahan Februari 2019 mendatang.  

"Kerja pemenangan tak berhenti di sini saja, mengantarkan Syamsuar-Edy ke Kursi Riau 1. Melainkan juga menagih janji-janji kampanye, itulah kerja moral yang harus dilakukan, serta mengawal pemerintahan sesuai jalannya," kata Eep Saefullah Fatah, CEO Polmark Research Center, sehari usai pencoblosan, Kamis, 28 Juni 2018. 

Baca Juga: 

Telak, Syamsuar-Edy Menang Di 9 Dari 12 Kabupaten Dan Kota

Gunakan Real Count, Tim Firdaus-Rusli: Insya Allah Kita Menang

Saat itu, Syamsuar-Edy Nasution duduk di berdampingan, hanya berjarak satu kursi yang diduduki Ketua Tim Pemenangan Relawan, Arwin AS. 

Berdasarkan hasil hitung cepat (Quick Count) Polmark, Syam-Edy unggul jauh dua digit atas Gubernur Riau petahana, Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno yang didukung Golkar, PDIP, dan Hanura dengan 38,22 persen. 

 

Sedangkan pasangan di bawahnya, incumbent atau petahana Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno dengan 24,35 persen, disusul Wali Kota Pekanbaru, Firdaus-Rusli Effendi 20,76 persen. Sedangkan posisi buncit, Lukman Edy-Hardianto dengan 16,67 persen.

Eep mengakui, di bulan Ramadan, tingkat elektabilitas Syamsuar-Edy tak bergerak-gerak secara signifikan, sama dengan survei-survei sebelumnya. 

Lihat Juga: 

Syamsuar Unggul Hitung Cepat, Polmark: Dapat Dipertanggungjawabkan

Lembaga Survei Ini Prediksi Pasangan Syamsuar-Edy Bakal Pimpin Riau

"Ketika itu, angkanya di 24,3, lalu 25 dan mentok di 27. Pak Syam juga kecewa, kok tak bergerak-gerak. Untungnya, calon lainnya juga bernasib serupa, di sekitaran angka tersebut, bahkan ada di bawah," kata suami dari penyiar televisi, Sandrina Malakiano tersebut. 

Akhirnya, tim menemukan formulasi dan sepekan jelang pemilihan, Hari H, elektabilitas Syam-Edy naik kembali hingga di sekitar 37-38 persen. 

Pasangan Syamsuar-Edy Nasution yang diusung tiga partai politik tersebut, PAN, PKS dan Nasdem tersebut, menang pada 9 kabupaten dan kota di Riau. Antara lain, Kemenangan Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Siak, Bengkalis Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kuantan Singingi (Kuasing), dan Pelalawan.

Sedangkan pasangan nomor urut 3, Wali Kota Pekanbaru, Firdaus-Rusli Effendi, kalah di daerah dipimpinnya, Pekanbaru, namun menang di kampung halamannya, Kabupaten Kampar.

Untuk Gubernur Riau petahana, Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Rokan Hilir (Rohil), Suyatno, hanya menang di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Uniknya lagi, duet ini juga kalah dari Syamsuar-Edy Nasution, di kandang Suyatno, Rohil. Sedangkan, Lukman Edy-Hardianto menang di kampung mantan Menteri PDT di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Indragiri Hilir.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id