Yuk Sukseskan Imunisasi Campak dan MR di Riau, Catat Jadwalnya..

Rapat-imunisasi-campak.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Setelah sukses dengan pencapaian 97 persen pada tahap pertama di Pulau Jawa, imunisasi Campak dan Measless Rubella (MR) untuk tahap yang kedua akan dilaksanakan di Bumi Lancang Kuning.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani mengajak seluruh orangtua yang ada di Riau untuk sama-sama mendukung penuh kegiatan ini, agar buah hatinya memiliki kekebalan untuk memutus mata rantai dari penyakit mematikan yang diakibatkan oleh penyakit campak serta Rubella ini.

"Untuk orang tua kita diharapkan partisipasinya dan mari sama-sama kita putus mata rantai dari penyakit campak dan Rubella ini," katanya di kantornya, Senin, 25 Juni 2018.

Tambahnya imunisasi ini diberikan untuk melindungi anak dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung serta retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi Rubella pada saat kehamilan pada anak yang baru belajar makan sampai ditingkat SMP sederajat.

"Serta agar anak yang kita berikan imunisasi dari umur 9 bulan sampai di bawah 15 tahun dapat kembali memiliki kekebalan tubuh seumur hidup dari penyakit ini serta dapat diturunkan kepada anak-anaknya nanti," jelasnya.

Mimi kembali menambahkan bahwa imunisasi ini nantinya akan serentak diberikan pada Agustus hingga September di Posyandu dan sekolah-sekolah di Riau.

Imunisasi Campak MRISTIMEWA

"Secara serentak di Riau pada 1 Agustus 2018 nanti akan kita berikan di sekolah-sekolah kemudian pada bulan September imunisasi MR ini akan dilanjutkan di Posyandu, Puskesmas serta sarana pelayanan kesehatan lainnya," tegasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, salah satu dokter yang dimiliki oleh Dinkes Riau, Riza menuturkan bahwa imunisasi yang diberikan melalui jarum suntik ini memiliki efek ringan seperti demam bagi tubuh anak.

Sehingga, jangan sampai mengakibatkan para orang tua jadi enggan untuk memberikan perlindungan imunisasi ini bagi anak-anak yang tengah dalam masa pertumbuhan.

"Sesudah diberikan imunisasi, biasanya empat-lima hari anak kita akan demam yang berbeda jika dibandingkan dari suntikan Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DPT). Kemudian biasanya akan terjadi pembengkakan kecil pada bekas suntikan. Ini biasa jangan sampai kita malah enggan memberikan imunisasi atau jangan sampai takut memberikan imunisasi," tandasnya.