Terkait Konflik Hewan dan Manusia, Ini Saran Pimpinan DPRD Riau

Wakil-Ketua-DPRD-Riau1.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/Hasbullah Tanjung)

LAPORAN: HASBULLAH TANJUNG

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman meminta kepada dinas terkait untuk lebih memberikan perhatian terhadap satwa langka di Riau.

Hal tersebut disampaikannya guna menghindari konflik antara satwa dan manusia, seperti yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, terakhir Bonita yang berhasil diselamatkan setelah upaya penyelamatan selama 107 hari.

"Kalau bisa Taman Nasional Tesso Nilo dan Taman Hutan Raya SSH itu diisi hewan-hewan langka lengkap dengan rantai makanannya," ungkap Pria yang Kerap disapa Dedet ini, Minggu 22 April 2018.

Setelah keberlangsungan hidup hewan langka di dalam sudah dirasa terpenuhi, Dedet selanjutnya meminta kawasan tersebut di pagar sehingga manusia pun susah untuk keluar.

"Dengan begitu, saya tidak yakin perambah hutan illegal masih berminat untuk merambah hutan lindung itu untuk dijadikan kebun sawit, bisa bisa di makan mereka kalau masuk kesana," tambah Politisi Demokrat ini.

Lebih jauh, menurut Dedet, hewan langka seperti Harimau Sumatera Bonita tidak akan keluar dari habitatnya kalau tidak merasa terganggu.

Mengenai penangkapan Bonita, Dedet mengucapkan Syukur kepada Allah SWT, karena hal tersebut berarti sudah menghilangkan rasa takut masyarakat akan teror harimau yang sudah memakan dua orang manusia tersebut, dan Bonita pun bisa diselamatkan.

"BKSDA yang dapat perintah dan arahan dari menteri Siti Nurbaya, saat itu langsung berkordinasi juga dengan saya, beliau melaporkan setiap perkembangan. Saya juga dengan sukacita menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepasa Bu Menteri KLHK dan jajarannya yang menunjukkan komitmennya untuk rakyat Riau," tutupnya.(2)