Jamaah Gagal Umroh Tolak Jaminan Satu Unit Mobil

Ilust-Umroh.jpg
(KABAR NEWS)

LAPORAN: HASBULLAHTANJUNG

RIAU ONLINE, PEKANBARU, - Anggota DPRD Riau Dapil Rohil Husaimi Hamidi mengaku hingga saat ini mediasi antara PT Kiblatain Jaya Wisata dan puluhan jemaah lain belum terselesaikan. Dikatakan Husaimi, dirinya mengawal kasus ini karena cukup banyak jemaah dari Dapil nya yang menjadi korban ketidakjelasan prosedur Biro Travel yang beralamat di Jalan Imam Munandar ini.

"Kita minta dia ( PT Kiblatain Jaya Wisata) untuk memberikan jaminan terkait keberangkatan jamaah umrah yang sebelumnya batal berangkat ke tanah suci pada 27 Maret 2018 ," ungkap Anggota komisi V ini, Rabu, 11 April 2018.

Dikatakan Husaimi, pihaknya meminta jaminan tersebut karena tidak mau lagi dibohongi oleh Biro Travel tersebut, dan menurutnya itu sah-sah saja.

Lebih lanjut, kata Husaimi, Biro Travel itu sebenarnya sudah mengajukan jaminan yakni satu unit mobil, namun pihaknya tidak terima karena itu tidak sebanding dengan uang yang sudah disetorkan.

"Jemaah belum mau, dan Biro Travel diberi waktu 15 hari untuk memberikan jaminan,"tambahnya.

Pihaknya, lanjut Husaimi, hanya minta jaminan yang jelas untuk memberangkatkan kembali jemaah pada Oktober 2018 nanti sesuai dengan pernyataan biro travel ini sebelumnya.

"Tapi mereka tidak ada jaminan, kita minta lihatkan rekening koran saja mereka tidak mau, itu kan artinya uang itu sudah habis," tutur Politisi PPP ini.

Selain itu, Husaimi mendapat laporan dari jemaahnya bahwa Biro travel ini juga akan memberangkatkan 100 jemaah lagi pada bulan April ini, dan ia yakin permasalahan seperti ini akan terulang kembali.

"Saya dapat laporan dari jamaah di Dapil saya, Rokan Hilir, katanya akan berangkat pada bulan April ini juga, selain itu juga ada dari daerah lain," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan jemaah gagal berangkat Umroh karena ketidakjelasan Biro Travel PT Kiblatain Jaya Wisata, hingga saat ini Biro Travel ini enggan untuk dimintai keterangan.

Saat beberapa awak media mencoba mendatangi kantornya, Kepala cabang Pekanbaru, Muslim meminta wartawan langsung ke kuasa hukumnya saja.

Namun, saat Muslim akan memberikan nomor kontak kuasa hukumnya, salah seorang wanita yang berada di kantor tersebut melarangnya.

Wanita bergamis hitam tersebut juga memaki serta melecehkan beberapa wartawan dan menuding pemberitaan selama ini adalah fitnah.

"Tidak penting, keluar sajalah kalian, cari uang kok kaya gini," ungkap wanita tersebut.(2)