Soal Bantuan Pendidikan, Sekdaprov: Ini Targetnya Heboh atau Penyelesaian?

Sekretaris-Daerah-Provinsi-Riau.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

RIAU ONLINE, PEKANBARUSekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi menyebut ada kesalahan teknis terkait dana bantuan pendidikan yang menjadi tuntutan ratusan mahasiswa Universitas Lancang Kuning, kemarin, Kamis, 5 Juni 2018.

Menurutnya, langkah terbaik untuk menyelesaikan persoalan yang kini dihadapi mahasiswa se-Riau itu, yaitu dengan cara melakukan perundingan.

Hijazi menilai selama ini antara Biro Kesejahteraan Rakyat (Birokesra) Provinsi Riau dengan universitas dan perguruan tinggi belum melakukan langkah perundingan dengan duduk bersama.

"Kalau pun ditempuh dengan berunjuk rasa itu saya rasa sah-sah saja. Tapi solusi juga harus ada. Ini targetnya heboh atau penyelesaian? Untuk menyelesaikan masalah ini kedua belah pihak harus duduk bersama. Tapi selama ini kan tidak ada," katanya di halaman kantor Gubernur Riau, Jumat, 6 Maret 2018.

Hijazi mengatakan bahwa bantuan pendidikan yang berbentuk hibah itu membutuhkan prosedur seperti keabsahan mahasiswa yang nantinya akan menerima bantuan dari perguruan tinggi masing-masing.

Baca Juga Bantuan Pendidikan Dipotong Rp 2,5 Juta, Ratusan Mahasiswa Unilak Geruduk Kantor Gubri

"Untuk mencairkan itu perlu verifikasi dari rektorat tentang mahasiswanya. Itu perlu penajaman tentang mahasiswa yang diusulkan. Tapi setelah saya lihat, itu belum lengkap semua," katanya.

"Kemudian kemarin ada istilah pemotongan. Itu tidak ada. Itu kata-katanya maksimal pengusulan sebesar Rp 6 juta. Ternyata yang mengajukan sampai ribuan. Makanya jadi Rp 3,5 juta," katanya.

Sekda menegaskan jika prosedur ini tidak dijalankan, bantuan dana yang diharapkan tidak akan bisa cair sampai semua data yang dibutuhkan terkumpulkan.

"Artinya kalau sudah clear semuanya tetap akan dicairkan. Emangnya siapa yang bisa menggunakan dana itu selain mahasiswa. Sistem kita jelas kok. Kita juga membutuhkan dana serapan," tutupnya.

Sebelumnya, ratusan massa dari Universitas Lancang Kuning menyayangkan besar potongan bantuan pendidikan dalam bentuk Bansos Biro Kesejahteraan Rakyat (Birokesra) Provinsi Riau.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unilak, Ervan Ibsahrodan mengatakan bahwa potongan yang diberikan itu mencapai Rp 2,5 juta untuk setiap mahasiswanya.

"Kami mempertanyakan entah apa dasar potongan Rp 2.5 juta itu. Ini ada apa. Kok seperti itu," katanya di halaman kantor Gubernur Riau, Kamis, 5 April 2018.

Padahal menurutnya, awal bantuan yang mereka terima mencapai Rp 6 juta, namun seiring berjalannya waktu kini hanya tinggal Rp 3,5 juta saja.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id