Disperindag Pekanbaru Masih Temukan Pedagang Pajang Merk Sarden Bercacing di Pasaran

Siidak-sarden-di-Pekanbaru.jpg
(Fatma Kumala)

Laporan: FATMA KUMALA

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako, Elsyabrina bersama Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di pasar tradisional dan dua pasar modern, Selasa 21 Maret 2018.

Pasar tersebut diantaranya pasar tradisional Agus Salim, Pasar Buah Pekanbaru, dan swalayan Lucky di Mal Pekanbaru.

Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, sidak tersebut dalam rangka meninjau merk sarden yang terbukti mengandung Cacing Anisakis sp. Diantaranya merek IO, Farmer Jack, dan HOKI.

"Kami menyikapi informasi yang kami terima bahwa di beberapa daerah di sekitar Pekanbaru ditemukan juga produk impor ikan makarel kaleng yang mengandung cacing. Jadi kami mengamankan daerah sendiri. Untuk hari ini, kami melakukan pengawasan, kami bagi dua segmen, yaitu segmen menengah ke bawah dan segmen menengah ke atas," kata Ingot.

Ingot mengatakan, berdasarkan hasil sidak ada beberapa toko yang masih memajang sarden merk HOKI, yaitu Toko Sinar Pagi milik Asri. Di Toko ini, ditemukan sebanyak 15 kaleng merk HOKI. Kemudian Toko Laris Baru milik Erni yang masih memajang 3 kaleng sarden merk HOKI.

"Alhamdulillah tidak kami temukan tiga merk sarden yang terbukti mengandung cacing di pasar buah dan swalayan Lucky. Tapi ternyata masih kami temukan sarden merk hoki di pasar tradisional. Walaupun dari agen sudah mengatakan barang itu akan ditarik. Jadi tadi kami mengingatkan, kalau memang barang itu mau ditarik, jangan dipajang lagi. Kalau dipajang bisa salah persepsi, orang akan beli,” sebutnya.

Dikatakan Ingot, pihaknya akan melakukan sidak secara berkesinambungan. “Yang jelas kami akan lakukan pengawasan kontinu,” ucapnya.

Sementara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako, Elsyabrina mengatakan sidak ini dilakukan terkait dengan maraknya berita viral sarden merk tertentu yang di dalamnya mengandung cacing.

"Sebenarnya BBPOM sebenarnya sudah menyurati distributornya untuk menarik produk-produk yang sudah dinyatakan terbukti mengandung cacing dengan jangka waktu yang diberikan selama satu bulan. Kami tidak ingin berlama-lama sehingga hari ini kami melakukan sidak, memberikan edukasi sekaligus juga meminta agar pedagang tidak lagi memajang produk-produk tersebut," jelasnya.

Menurut Elsyabrina, pihaknya tidak akan memusnahkan produk-produk temuan tersebut. Ia meminta agar pedagang langsung menarik dan tidak boleh dipajang lagi.

"Kasihan pedagang kalau langsung kami musnahkan. Karena produk-produk tersebut masih bisa dikembalikan (return) dan uang mereka bisa kembali juga. Tapi kami minta kerjasamanya untuk menyimpan digudang," ucapnya.

Selain pasar tradisional, Elsyabrina mengaku memang sengaja memilih pasar-pasar modern sebagai target sidak hari ini. Hal tersebut dilakukan karena masyarakat cenderung beranggapan bahwa membeli produk-produk di swalayan sudah terjamin.

"Kebanyakan mindset masyarakat membeli produk di swalayan sudah terjamin semua, padahal tidak," tutupnya. (1)

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id