Menteri Ketenagakerjaan Sebut Ijazah Tak Cukup Untuk Bersaing di Dunia Kerja

Menteri-Ketenagakerjaan.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri mengatakan bahwa saat ini ijazah pendidikan sekolah formal tak lagi menjadi patokan untuk terjun dan masuk dalam bursa tenaga kerja.

Hanif mangatakan hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang kini sudah semakin pesat dan terus berkembang.

"Perkembangan teknologi saat ini mempengaruhi sejumlah pekerjaan. Ada yang hilang dan yang baru akan muncul," katanya di Hotel Pangeran, Selasa, 27 Februari 2018.

Untuk itu diperlukan pelatihan khusus lainnya seperti sertifikat kompetensi yang akan menjadi basis dan tumpuan di salah satu sekolah terutama di perguruan tinggi dan universitas selain pendidikan formal.

"Jadi kalau perguruan tinggi sudah menjadikan sertifikasi profesi sebagai basis salah satu mahasiswanya, maka mahasiswa itu telah membekali dirinya dengan ijazah dan sertifikasi profesi," imbuhnya.

Menurutnya, hal ini penting dilakukan, karena sudah dibuktikan, salah satunya oleh korporasi ternama di dunia saat ini sudah tidak lagi memikirkan ijazah dan gelar untuk masuk dan bergabung ke perusahaan mereka.

"Google saat ini sudah tak memandang lagi jenjang pendidikan formal. Tapi kompetensi. Ini sekaligus menjadikan tantangan buat kita saat ini. Bahkan, dokter saja saat ini sudah ketar-ketir karena perlahan sudah ada teknologi yang mampu menggantikan mereka," jelasnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id