Kota Bersejarah Depan Istana Siak Ludes Terbakar saat Perayaan Imlek

Kebakaran-Kota-Bersejarah-SIAK.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/EFFENDI)

Laporan: EFFENDI

RIAU ONLINE, SIAK - Masyarakat Tionghoa dan masyarakat Kabupaten Siak berduka. Pasalnya kota bersejarah yang telah ada sejak zaman kerajaan Siak kini hanya tinggal puing-puing.

Kabid Pemadam Kebakaran Siak Arsip, Irwan Proyatna saat ditemui wartawan membenarkan kebakaran yang terjadi sejak pukul 03.30 WIB, Sabtu, 17 Februari 2018, dini hari tadi.

Pada saat kebakaran, angin cukup kencang sehingga petugas damkar kesulitan melakukan proses pemadamannya. Akibat kebakaran tersebut, diperkirakan sebanyak 70 unit tinggal arang. Terkait korban dalam peristiwa ini, Irwan mengaku belum dapat memastikan.

 

Irwan Priyatna mengatakan, bahwa saat ini api masih belum bisa dipadamkan dan saat ini masih dalam pendinginan.

Sementara, belum diketahui penyebab terjadinya peristiwa yang cukup mengagetkan warga ini. Namun kuat dugaan api berasal dari listrik atau lampu lampion.

"Belum tahu pasti penyebabnya apa, mungkin bisa jadi karena listrik atau lampion. Dan sumber apinya itu katanya masih simpang siur," kata Irwan.

Disebutkan Irwan, pihaknya telah menurunkan sekitar 3 mobil pemadaman kebakaran dan 40 personilnya. 

 

"Kita sudah turunkan sekitar 3 mobil pemadaman kebakaran dan 40 personilnya juga sudah berjibaku di lapangan untuk memadamkan api, namun karena api sudah meluas butuh waktu cukup lama padam," katanya.

Saat ini, lokasi kebakaran tersebut masih cukup ramai didatangi warga dan pihak kepolisian juga masih sibuk di lapangan. Irwan juga mengaku, mobil damkar saat terjadi kebakaran juga sempat mengalami kerusakan.

"Sebelumnya kita sudah mengajukan peralatan damkar yang baru, tapi sering dicoret oleh pihak Bappeda Siak. Kalau sudah jadi seperti ini siapa disalahkan," ucapnya.

Menurut salah seorang pemilik Toko Global, Suhimi, mobil damkar tak rusak bisa diselamatkan. "Mobil damkar hanya dua unit, manalah bisa menjinakan api sebesar itu," kata pemilik toko itu.

"Hari ini hari raya Imlek, hari ini anak-anak Siak balek kampung, mereka balek bisa menyaksikan dan melihat rumah tempat mereka dilahirkan di makan api," lanjutnya.

Kapolsek Siak Kompol Abdul Rahman mengatakan kepada wartawan saat ini belum diketahui ada atau tidaknya korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kebakaran besar itu terjadi sejak pukul 03.30 hingga pagi hari, Sabtu, 17 Februari 2018. Sementara proses pemadaman dalam pendinginan.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id