ÔĽŅ

Andi Rachman Targetkan 2019 Riau Terang hingga Pelosok Desa

ANDI-RACHMAN.jpg
(ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen untuk membuat semua desa di Riau teraliri listrik pada 2019 mendatang. Tentu saja ini membawa angin segar bagi masyarakat desa yang hingga saat ini tak pernah mendapatkan penerangan dari aliran listrik.

Pada 2017 lalu, Pemprov Riau telah meresmikan program Riau Terang pada 9 Agustus 2017 yang bertepatan dengan HUT Riau ke-60 tahun. Peresmian tersebut merupakan tahap awal terwujudnya kominten untuk memberi penerangan di seluruh Riau.

Peresmian itu juga ditandai dengan didirikannya 17 listrik pedesaan pada enam Kabupaten di Riau. Di Kabupaten Rokan Hulu desa yang telah dialiri listrik adalah Desa Kepenuhan Raya, Kepenuhan Baru, Kepenuhan Makmur, Kepenuhan Sejati, Kepulaun Sungai Median, Sungai Kuti, Kepayang dan Rimba Jaya.

Kemudian di Kabupaten Indragiri Hulu, diantaranya Desa Kuala Lala dan Tanjung Danau. Sedangkan di Kabupaten Kampar aliran listrik telah menyentuh Desa Rantau Kasih dan Desa Batu Gajah Kabupaten Kampar. Di Kabupaten Kuantan Singingi Pemprov Riau telah mengaliri listrik di Desa Tanjung Pauh.

Baca Juga Listrik Desa Solusi Atasi Krisis Listrik di Riau

Selanjutnya, aliran listrik juga telah dirasakan oleh masyarakan di Kabupaten Rokan Hilir adalah Desa Pematang Damar dan Kasang Bangsawan. Di Kabupaten Indragiri Hilir listrik telah menyentuh desa Simpang Jaya dan Desa Pasir Morong di Kabupaten Indragiri Hulu.

Dalam program tersebut, Pemprov Riau juga memastikan agar listrik tidak hanya mengaliri desa-desa tersebut namun juga harus mampu menyala dan tersebear ke seluruh rumah dan fasilitas di desa-desa tersebut.

"Yang kita cari bukan hanya sekedar listrik masuk dan menyala, tetapi kita ingin penyebarannya sampai ke desa-desa. Kita tidak mau listrik itu hanya masuk ke tempat Kepala Desa tapi diklaim malah masuk desa. Padahal masyarakat belum merasakan. Itu harus distribusikan hingga ke desa-desa," kata Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.

Selain itu, Pemprov Riau juga mengaliri listrik di dua destinasi wisata seperti Pantai Solop, Pulau Cawan, Kabupaten Inhil, PLTS 30 serta kawasan wisata Candi Muara Takus.

Klik Juga Alhamdulillah, 300 KK di Siak Sudah Dialiri Listrik

Gubernur Riau yang kerap disapa Andi Rachman itu menuturkan agar setiap tahunnya terjadi peningkatan di setiap desa yang telah dialiri listrik. Ia juga memastikan untuk memenuhi target listrik masuk desa mencapai 100 persen.

"Kebutuhan listrik masuk desa di Riau sudah sesuai seperti yang kita harapkan seperti setiap tahunnya ada peningkatan. Nah, tahun depan kita mengharapkan listrik di setiap desa sudah masuk," katanya saat meninjau pembangkit listrik di Kabupaten Rokan Hulu, Jumat 26 Januari 2018.

Dengan dialiri listrik, menurutnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga akan menumbuhkan sektor usaha lainnya seperti pada bidang ekonomi, pendidikan hingga aktivitas keagamaan. Begitu pula pada bidang sumber daya manusia.

Saat ini, listrik memiliki peran penting dalam mendukung setiap kegiatan masyarakat. "Dengan hadirnya listrik, anak-anak kita punya kualitas yang bagus. Ditambah dengan hadirnya teknologi yang kehadirannya sudah tak bisa dapat dibendung," imbuhnya.

Ia juga mengharapkan dukungan semua pihak untuk menuntaskan program penerangan desa secara keseluruhan yang ditargetkan tuntas pada 2019. Saat ini terdapat 400 desa di Riau yang belum mendapatkan penerangan listrik. Selain itu, Pemerintah Kabupaten dan Kota di Riau, juga diminta untuk mendukung program yang meliputi pembangunan jaringan transmisi maupun gardu induk ini. 
Pengaliran listrik untuk seluruh desa merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang membutuhkan pertemuan terbatas bersama pihak Presiden Joko Widodo.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau, Indra Agus Lukman menuturkan bahwa saat ini pihanya berencana melakukan pembangunan tol listrik di Pulau Sumatera, namun sampai saat ini masih terkendala. Indra menuturkan bahwa Pemprov Riau sangat serius dalam program Riau Terang 2019.

Beberapa program yang merupakan perpaduan kegiatan Pusat dan Provinsi Riau terjalin dengan erat seperti pembangunan genset beserta jaringan yang sudah dimulai sejak 2011 dan sudah menerangi ribuan KK. Ada lagi program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat khusus bagi daerah yang tidak dialiri listrik. Saat ini sudah ada 7 PLTS Terpusat berdiri dan menerangi masyarakat terutama di Kabupaten Inhil.

Selanjutnya, program Solar Home System (SHS) yang juga menggunakan tenaga surya dengan memberikan alat kepada masyarakat sebagai penerangan di rumahnya dan kegiatan tersebut sudah dirasakan oleh ribuan KK. Kemudian, program Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) hingga Linmar (Listrik Mandiri Rakyat) menciptakan energi baru dan terbarukan.

"PLN memang memiliki target setiap tahunnya untuk membangun pembangkit listrik atau menerangi Desa. Seperti yang ada pada tahun 2017," tandas Indra.

Sementara untuk sisanya, Pemprov Riau bersama PLN saling bekerjasama membangun listrik di Riau tahun 2018 dan 2019.

Menurutnya semua ini juga tak terlepas dari dukungan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Dinas ESDM yang meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang hanya Rp17 miliar menjadi Rp34 miliar. Tidak hanya itu, inovasi listrik juga akan diciptakan untuk memudahkan dan menerangi masyarakat, seperti akan dialihkannya penggunaan mesin genset ke tenaga surya untuk mempermudah perawatan.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online, 

Follow Instagram riauonline.co.id