Kok Mau-maunya Jadi Nomor Dua? Ini Jawaban Mengejutkan Brigjen Edy Natar

Syukuran-PAN.jpg
(Azhar Saputra)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Calon Wakil Gubernur Riau, Brigjen TNI Edy Natar Nasution yang saat ini diusung oleh Partai Amanat Nasional punya alasan sendiri, kenapa dirinya sampai rela meninggalkan pekerjaannya sebagai perwira TNI-AD dan lebih memilih maju sebagai Wakil Gubernur, mendampingi Syamsuar.

Padahal, dirinya masih dapat meraih pangkat lebih tinggi lagi dari yang saat ini diembannya mengingat baru akan pensiun pada tahun 2019.

Edy menyebutkan dengan gamblang bahwa awalnya dirinya diminta untuk turut ikut memajukan Riau karena melihat pemimpin Riau yang saat itu, tidak cukup mampu memimpin dengan baik.

Baca Juga: 

Syamsuar Berkali-Kali Mengucapkan Alhamdulillah Usai Terima SK DPP PAN

Digadang-Gadang Bakal Maju Pilgubri, Edy Natar: Perintah Untuk Saya Sebagai Danrem

"Awalnya itu saya diminta untuk ikut memajukan Riau. Dimulai dari teman-teman bahkan keluarga yang ikut mendukung saya," katanya di rumah PAN, Jumat, 5 Januari 2017.

Setelah Edy bersedia untuk maju, dirinya berprinsip tidak akan menjadi orang pertama. Namun lebih memilih untuk mendampingi dan bertekat untuk menjadi Calon Wakil Gubenur Riau.

"Saya sudah berprinsip untuk tidak menjadi nomor 1. Tapi saya akan maju untuk mendampingi,"tambahnya. Seiring berjalannya waktu, sosok yang tepat menurutnya tertambat kepada Bupati Kabupaten Siak, Syamsuar.

Bagi Edy, Syamsuar sudah tidak asing lagi. Bahkan mereka sudah saling kenal saat sama-sama duduk dibangku sekolah saat berada di Kabupaten Bengkalis sampai Syamsuar duduk menjadi Bupati.

"Kenapa pilih Syamsuar, saya melihat selama 6 tahun berturut-turut, Kabupaten Siak dibawah kepemimpinannya mendapatkan opini laporan keuangan selalu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," jelasnya.

Tidak hanya itu, selama dipimpin oleh Syamsuar, Kabupaten Siak telah banyak mendapatkan penghargaan. Ditahun 2017 ini saja wilayah yang terkenal dengan Istana Siaknya ini telah memperoleh 24 penghargaan.

Belum lagi layanan publik yang dibentuk selama berada Siak berada di tangannya tak berbelit-belit, memiliki jiwa persaudaraan.

"Bagi seorang prajurit solidaritas itu merupakan hal yang nomor satu. Ini pertimbangan saya kenapa memilih Pak Syamsuar," tutupnya. (1)

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id