Aktual, Independen dan Terpercaya


Butuh Uluran Tangan, Balita Hayfah Alesha Berjuang Melawan Retinoblastoma

Hayfah-Alesha.jpg
(istimewa)

Laporan: HASBULLAH TANJUNG

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Hayfah Alesha, balita usia 2 tahun asal Dumai menderita penyakit kanker mata (retinoblastoma) dan butuh uluran tangan. Di usia yang masih sangat belia ini, putri semata wayang Siska tak bisa bermain layaknya bocah lain seusianya.

Sebab, sehari-hari, Alesya harus menahan sakit akibat retinoblastoma.

Saat RIAUONLINE.CO.ID mengunjunginya, terlihat kondisi Alesha ini sangat memilukan hati siapapun yang melihat. Bagian matanya nyaris keluar beserta daging-dagingnya. Gadis cilik ini tertidur dengan kondisi matanya yang terus terbuka.

Memang begitulah kondisi yang harus ditanggungnya. Sang ibu, Siska pun harus mengganti sarung bantal gadis kelahiran 23 Oktober 2015 tersebut setiap hari.

Pasalnya, mata gadis cilik yang ketika sehatnya sangat ceria ini, sesekali mengeluarkan darah akibat dari matanya yang terbuka dan menyebabkan matanya mengering hingga kadang terluka dan berdarah.

Lebih ironisnya lagi, mata Alesha tidak hanya menonjol saja, namun mata bagian kanannya tidak bisa melihat, sedangkan mata bagian kiri hanya bisa melihat secara samar-samar.

"Awal bulan ramadhan lalu, dokter mengdiagnosa Alesha terkena penyakit leukimia, tapi tidak beberapa lama leukimia tersebut tiba-tiba hilang," kisah Siska sembari mengusap badan Alesha yang sedang tertidur.

Saat itu, kecurigaan dari pihak dokter pun timbul, mereka mengkhawatirkan bahwa Alesha sedang mengidap penyakit Retinablastoma. Barulah sekitar bulan Oktober lalu, atau 15 hari yang lalu, kondisi mata Alesha mulai menonjol dan memerah. Dimulai, dengan gejala berupa pembengkakan di bagian samping matanya.

"Awalnya itu matanya menonjol namun masih ada putih-putihnya, kemudian kami bawa ke Pekanbaru ini. Tidak berselang beberapa hari, bengkak yang awalnya disamping itu malah bergeser ke matanya. Saat itulah matanya mulai menonjol dan tidak ada lagi putihnya," terangnya.

Saat awal kedatangannya di Pekanbaru, Siska sudah membawa Alesha ke RSUD Arifin Ahmad menggunakan BPJS, dan kemudian Alesha di rujuk ke Jakarta. Oleh pihak RS di Jakarta, jalan satu-satunya hanya Kemoterapi.

Namun oleh Siska dan suami yang sehari-harinya bekerja sebagai pegawai di salah satu Puskesmas di Dumai ini, mengaku keberatan dengan jalan kemoterapi.

Apalagi, dokter tersebut juga mebyebutkan bahwa proses kemoterapi akan berlangsung selama 7 hari dan selama 24 jam setiap harinya. Ia mengaku tidak tega melihat Alesha yang masih sangat muda itu harus menjalani proses kemoterapi.

Pun, Alesha juga sudah trauma dengan rumah sakit pasca dirinya dirawat 40 hari saat di diagnosa Leukimia oleh pihak dokter.

"Alesha trauma sama rumah sakit, lihat baju putih-putih saja dia sudah teriak-teriak," sebutnya.

Saat ini, Alesha hanya dirawat di rumah saudaranya di Pekanbaru, yakni Jalan Citra Sari, No. 110, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Siska saat ini hanya mengandalkan produk dari perusahaan obat 4life yang harganya jutaan rupiah dan harus dibeli lagi setiap 4-5 harinya.

Obat tersebut diyakininya berkhasiat meringankan sakit Alesha, karena Alesha selalu meminta obat itu kalau sedang merasakan sakit yang luar biasa.

Namun, uang sebanyak itu sangat berat bagi Siska yang sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya di Dumai. Maka ia sangat mengharapkan bantuan-bantuan dari para donatur yang bersedia meringankan bebannya.

Donasi untuk Hayfah dapat di transfer dengan klik Ayo Bantu Adik Hayfah

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id