Meski Kondisi Ekonomi Menurun, Konsumsi Masyarakat Riau Masih Optimis

Kepala-BI-Riau-Siti-Astiyah.jpg

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Survei Konsumen Bank Indonesia Wilayah Riau mengindikasikan optimisme konsumen meningkat tercermin dari kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus-September 2017. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BI Riau Siti Astiyah saat ditemui di kantornya, Senin 30 Oktober 2017.

Berdasarkan survey konsumen Bank Indonesia untuk Provinsi Riau, menunjukkan peningkatan IKK pada level 103 poin 13 persen.

"Artinya berada pada level optimis. Ini disebabkan karena adanya peningkatan indeks kondisi ekonomi saat ini sebesar 8,83 poin menjadi 99,00. Artinya 99 poin adalah 99 persen, dan indeks ekspektasi konsumen naik sebesar 9,25 persen menjadi 107,25 persen," katanya.

Baca Juga!

Bank Indonesia Percayakan Pengelolaan Kas Titipan Ke Bank Riau Kepri Untuk Selat Panjang

BI Riau Akui Media Sebagai Mitra Terkuat Saat Ini

Menurut survei BI, peningkatan optimisme konsumen pada Agustus-September 2017 didorong oleh membaiknya ekspektasi konsumen terhadap kondisi kegiatan usaha dan penghasilan, serta ketersediaan lapangan kerja.

"Semua indeks tersebut menunjukkan bahwa ekonomi Riau menunjukkan optimisme, menunjukkan masyarakat semuanya masih optimis. Jadi walaupun ada e-commerce atau lainnya tetap semua optimis bahwa ekonominya meningkat," ungkap Siti.

Sementara itu, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini menurun, terutama pada ketepatan waktu pembelian barang tahan lama (durable goods) dan penghasilan saat ini.

Kendati demikian, persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini mengalami perbaikan. Indeks ketersediaan lapangan kerja naik dari 81,50 persen menjadi 95,25 persen.

Sejalan dengan hal tersebut, Indeks penghasilan naik dari 117,75 persen menjadi 122,5 persen, dan indeks ekspektasi kegiatan usaha juga naik 94,75 persen menjadi 104 persen.

Di sisi lain, penghasilan konsumen naik dari Agustus sebesar 99,50 persen menjadi 112 persen. Indeks ketenagakerjaan juga meningkat dari 76,50 menjadi 80,25 persen. Dan indeks konsumsi barang kebutuhan tahan lama,naik dari 94,5 menjadi 104,75 persen.

"Indeks ini punya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya," tutup Siti.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id