Sepasang Petani di Kampar Diserang Beruang, Istri Meninggal di Tempat

Otopsi-Mayat.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Bunai (55), seorang petani karet, warga Desa Teluk Paman, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau meninggal dunia akibat diserang beruang. Wanita ini mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala dan sekujur tubuhnya.

Sementara itu, Saruli (60), suami Bunai juga mengalami nasib nahas. Dia mengalami luka parah di kepala, kaki dan tangan ketika bergulat dengan beruang, bersamaan dengan istrinya.

"Untuk korban luka dilarikan ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Sementara korban meninggal diserahkan ke pihak keluarga," jelas juru bicara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Dian Indriati Selasa (3/10/2017) kepada wartawan.

Baca Juga!

(Video) Harimau Masuk Kampung, Warga: Tuk... Tuk.. Orang Semua Di Sini, Tuk

BKSDA Gandeng WWF Beri Penyuluhan Ke Warga Cegah Harimau Masuk Pemukiman

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB pagi, saat keduanya sedang menderes karet. Saat korban sedang menyadap pohon karet, tiba-tiba muncul dari semak-semak beruang berukuran besar. Hewan berkuku tajam berbulu lebat itu langsung menyerang korban.

Korban yang sudah berusia lebih setengah abad ini hanya bisa berteriak minta tolong. Saruli yang mendengar pekikan istrinya menuju sumber suara. Di sanalah dia melihat kondisi istrinya sedang bergumul dengan satwa yang dilindungi itu.

Naluri sebagai seorang suami muncul untuk melindungi istrinya. Dia pun memberanikan diri mengusir beruang yang masih mencengkram istrinya. Beruang itu balik menyerang korban dan bergumul dengannya.

Beruntung, saat kejadian ada petani lain yang mengetahui. Satwa buas itu kabur. Namun nahas, Bunai (55) meninggal di tempat akibat luka cukup parah di kepala. Sementara Saruli yang juga terluka parah dilarikan ke rumah sakit di Pekanbaru yang jaraknya 3 jam dari lokasi.

"Kita belum tahu di mana asal beruang itu. Beruang adalah satwa yang dilindungi. Tim masih mencari tahu keberadaan hewan itu," terang Dian.

Saat ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim guna memburu beruang liar yang menyerang warga Desa Teluk Paman, Kecamatan Kampar Kiri, Kampar.

"Tim sudah kita turunkan ke lokasi. Mereka membawa serta kerangkeng dan senjata bius," kata Kepala Seksi Wilayah II Penegakan Hukum BBKSDA Riau, Eduwar Hutapea di Pekanbaru.

Tim saat ini sedang menuju ke lokasi, yang berjarak sekitar 80 kilometer dari ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru. Ia mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan Polisi setempat serta WWF untuk menghindari kejadian serupa terulang lagi.

"Tim kita turunkan agar kejadian serupa tidak terulang lagi," ujar Edwar.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id