900-an Burung Ilegal Asal Malaysia Dilepasliarkan di Dumai

Pelepasan-burung-ilegal.jpg
(Azhar Saputra)

Laporan: AZHAR SAPUTRA

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Setelah dinyatakan bebas dari penyakit, akhirnya ratusan burung asal Malaysia berbagai jenis bisa kembali ke habitatnya.

Burung-burung liar itu diantaranya berjenis ekor jalak kerbau (Acridotheres Javanicus) dan burung kacer (Copsychus Saularis) dengan total mencapai 935 ekor.

Baca juga!

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Rokok Ilegal Di Meranti

Nyaris Kecolongan, Polisi Gagalkan Penyelundupan 2,8 Kubik Kayu Ilegal Di Sei Pakning

Sebelumnya, burung-burung yang masuk ini akan diperjual belikan menuju Sumatera Utara melalui pelabuhan tikus yang lokasi penangkapannya berdekatan dengan kampus Pasca Sarjana Universitas Riau (UR), Dumai pada Kamis, 21 September 2017 silam.

Namun upaya penyelundupan hewan tanpa dokumen tersebut berhasil digagalkan Bea Cukai Dumai

"Pelepasan ini kami lakukan di Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai. Sebelum pelepasliaran. Kami juga telah melakukan pemeriksaan yang dibantu oleh dokter hewan karantina dan dinyatakan bahwa burung burung liar tersebut dalam keadaan sehat," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Mahfudz, Minggu, 24 September 2017.

Tambahnya, meskipun tidak termasuk dalam kategori hewan yang dilindungi, kehadiran mereka juga memerlukan dokumen resmi dari instansi terkait.

"Pokoknya semua. Baik itu dilindungi maupun tidak, komersial maupun non komersial peredarannya harus dengan dokumen. Itu semua sudah ada di SK Menhut No. 447 Tahun 2003 tentang TU Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL),"imbuhnya.

Dengan langsung disaksikan oleh Petugas Bea Cukai, TNI, Manggala Agni Daops Dumai, Resort Dumai Seksi KSDA IV Bidang KSDA Wilayah II langsung mengeksekusi (melepaskan) hewan-hewan ini agar dapat kembali kehabitat aslinya.

Sementara itu, para pelaku telah diamankan. Diantaranya pelaku berinisial IB, AB dan M. IB dan AB bertugas mengantarkan hewan-hewan ini ke lokasi yang telah disepakati. Sementara M merupakan pemilik dari burung-burung ini.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id