Jarang-jarang Terjadi, Jenderal TNI AD Ini Khatib Jumat Angkat Keteladanan Abubakar Siddik

Danrem-031-Wirabima-Edy-Nasution.jpg
(Azhar Saputra)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Komandan Resor Militer (Danrem) 031/Wirabima, Edy Nasution ajarkan pentingnya kesabaran dimanapun insan manusia berada. Ajakan ini disampaikan saat Edy Nasution menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Al-Iman, Jumat, 18 Agustus 2017.

Disampaikannya, esuai dengan hadist yang ia bacakan bahwa umat suatu umat yang mampu menjaga sabarnya, maka Allah SWT selalu senantiasa mengiringinya dimanapun berada.

Baca juga!

Pangdam Beri Instruksi Khusus Untuk Danrem 031/WB Yang Baru

Anak Buah Pukul Polisi, Danrem Abdul Karim Minta Maaf Ke Polda Riau

"Selama kesabaran kita pelihara, maka Allah Subhanahu Wataala selalu bersama kita dimana pun dan kapanpun. Sebaliknya, ketika kesabaran hilang bersama kita, maka Allah akan meninggalkan kita," katanya di atas mimbar.

Untuk menjadi sabar, kita bisa meneladani salah satu sahabat Rosul, yakni Abu Bakar. Ia pun menceritakan sebuah kisah Rasulullah yang sedang bercengkrama bersama Abu Bakar. Dimana ketika itu percakapan mereka ber-dua terhenti karena kedatangan seorang kaum Arab Badui.

Kaum ini mencaci maki Abu Bakar tanpa sebab sebanyak tiga kali. Namun ketika caciannya yang terakhir, kesabaran Abu Bakar habis. Disana terjadilah peperangan diantara ke-dua orang ini dan Rasul meninggalkan mereka berdua.

"Janganlah engkau meninggalkan aku dalam kebingungan seperti ini. Kalau ada perbuatan yang tidak pas beritahu sehingga aku bisa memperbaikinya,"imbuhnya sembari meniru percakapan Abu Bakar.

Maka Rasul mengatakan dirinya sempat bangga ketika dua cacian yang dilontarkan oleh Arab Badui mampu tak menyulut emosi Abu Bakar. Namun ketika untuk yang ke-tiga Rasul tak tahan karena pada saat itu malaikat yang banyak mendoakan Abu Bakar, satu persatu meninggalkannya diiringi dengan kedatangan dan sorak sorai setan.

"Kemudian Abu Bakar menangis dan meminta maaf. Kisah ini sangat menarik. Ketika kesabaran hilang, bersama itu kita tinggalkan Allah. Pantaskah ciptaan Allah membatasi keberadaan Allah bersama dirinya. Untuk itu saya ingin mengajak kita semua untuk pelihara kesabaran," tutupnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline