Serunya Mendayung Sampan dan Memanah di Danau Naga Sakti

Mendayun-di-Danau-Naga-Sakti-Siak.jpg
(Effendi)

Laporan: EFFENDI

RIAU ONLINE, Siak - Kabupaten Siak, Riau menyimpan beberapa objek wisata yang layak untuk dikunjungi. Setelah Taman Rusa, riauonline.com berkesempatan untuk mengunjungi objek air yakni Danau Naga Sakti. Danau alias tasik seluas 400 hektare (ha) ini terletak di Kampung Dosan Kecamatan Pusako.

Menurut keterangan Camat Pusako Andi Putra, objek wisata air ini sebenarnya tergolong baru dan masih minim
promosi. Akan tetapi, antusiasme pelancong saat libur lebaran yang lalu, di luar prediksi pengelola. Jumlah kunjungannya pun menembus angka belasa ribu.

"Selama tiga hari libur lebaran kemarin, jumlah pengunjung tercatat tembus 13 ribu orang. Bahkan wisatawan asing
sudah ada yang menginap disini, mereka terkesan dengan suara daun pokok rasau yang bergesekan ditiup angin," ujarnya, Senin, 14 Agustus 2017 siang kemarin.

Baca juga!

Tak Perlu Jauh-Jauh Ke Istana Kepresidenan, Siak Juga Punya Taman Rusa
Siak Akan Jadi Daerah Wisata Halal Kedua Di Indonesia

Dengan melihat potensi ini, Andi bersama pengelola tasik berkomitmen untuk terus meningkatkan sarana dan prasaranya. Sehingga tak hanya sekedar menjadi destinasi wisata baru untuk negri istana ini, tetapi juga dapat menambah kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

Masih menurut Camat Andi, saat ini pengelolaannya masih ditangani unit kecil kelompok sadar wisata yang dibentuk Pemerintah Kampung Dosan. Ia berharap adanya perhatian dari pemkab untuk membantu pengelolaannya Danau Naga Sakti, yang belakangan mendadak ramai dikunjungi ini.

Gayung bersambut, mendengar penjelasan itu, Wabup Alfedri menyarankan agar Penghulu Dosan bersama kelompok
masyarakat segera membentuk BUMDes yang khusus menangani objek wisata ini. Hal ini diungkapkan Akfedri saat meninjau progres pembenahan yang telah dilakukan Pemerintah Kecamatan Pusako bersama Pemerintah Kampung Dosan pada Senin, 14 Agustus 2017.

"Melalui BUMDes nanti, Anggaran Desa bisa dikelola dengan baik dan menghasilkan PAD bagi Kampung Dosan itu sendiri," sebut Alfedri.

Dalam kunjungan selama lebih kurang tiga jam tersebut, Alfedri bersama rombongan Kwarcab 09 Pramuka Siak tersebut mensimulasikan kunjungan pelancong yang datang berwisata di danau yang lekat dengan cerita rakyat itu.

Satu persatu fasilitas yang tersedia di danau ia coba, mulai dari makan siang di peranginan pinang merah, berdayung sampan menyeberangi danau, mengunjungi rumah singgah, hingga mencoba fasilitas memanah di ujung danau. Hasilnya, beberapa masukan ia sampaikan kepada pengelola Danau Naga Sakti untuk meningkatkan kenyamanan
wisatawan berkunjung.

"Petugas keamanan yang berjaga perlu ditempatkan dibeberapa titik strategis, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan agar penanganannya langsung dan cepat. Bila perlu pengelola belajar dari pola pengelolaan objek wisata lain diluar Riau sebagai perbandingan," pesannya kepada Camat Andi Putra.

Usulan ini pun langsung ditanggapi Penghulu Dosan Firdaus. Menurut dia saat ini petugas keamanan masih berkeliling dengan boat cepat berpatroli mengamanankan areal danau.

Selain petugas keamanan, pengelolaan sampah juga jadi perhatian orang nomor dua di Siak.

"Soal peningkatan kualitas kenyamanan pengunjung, kita juga perlu mempertimbangkan pengelolaan sampah non- organik yang kemungkinan dibawa pelancong atau pedagang sekitar, supaya tidak merusak alam yang masih asri,"sebutnya. 

Terakhir, Alfedri minta promosi Danau Naga Sakti lebih ditingkatkan lagi khususnya melalui media sosial. Selain itu, papan publikasi petunjuk dan pengumuman bagi pelancong juga perlu diperbanyak keberadaannya di seputaran areal danau.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline 

 

 

-->