Pukulan Kompang Tandai Pembukaan Olimpiade Sains Nasional di Pekanbaru

Pembukaan-Olimpiade-Sains-Nasional-di-Pekanbaru.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Deru suara alat musik kompang dari pukulan Menteri Pendidikan, Muhajir Efendi, pertanda telah dibukanya Olimpiade Sains Nasional (OSN) XVI 2017, Senin, 3 Juli 2017, di Gelanggang Remaja, Pekanbaru. 

OSN ini merupakan agenda tahunan diselenggarakan Kementerian Pendidikan yang digilir tiap provinsi Indonesia. Pertama kali diselenggarakan, Provinsi DI Yogyakarta menjadi tuan rumah. 

Tahun pertama penyelenggara, 2002, Provinsi DI Yogyakarta mendapat kehormatan sebagai tuan rumah OSN. Hingga kini, perhelatan OSN telah masuk tahun ke-16. 

Baca Juga: Lepas Kontingen OSN Riau, Andi: Rileks Saja, Santai, Jangan Tegang

Tahun ini, OSN diikuti 1.280 peserta dari seluruh jenjang pendidikan dimulai dari SD, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK. Diharapkan olimpiade ini menjadikan ilmu dan teknologi nasional bangkit di tengah gelombang perkembangan zaman dibawa negeri maju bangsa lain ke Indonesia.

Pembukaan Olimpiade Sains Nasional di Gelanggang Remaja

‎Menteri Pendidikan, Muhajir Efendi berharap banyak dari perlomban tingkat nasional ini. Bibit muda berbakat dibidang ilmu dan teknologi diharapkan dapat muncul ke permukaan, bertarung hingga internasional.

"Dengan adanya olimpiade sains ini, kita harapkan muncul bersemai generasi sains Indonesia kelak menjadi penentu mampu atau tidaknya bangsa ini berdiri sejajar bersama bangsa maju lainnya yang ada di dunia," kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). 

Pembukaan Olimpiade Sains Nasional di Gelanggang Remaja

Peserta OSN pada ini dikuti 204 siswa SD, 396 SMP dan 680 SMA sederajat akan bertanding dengan mengikuti ujian dari berbagai disiplin ilmu seperti Matematika, IPA, IPS, Informatika, Fisika, Kimia, Bilogi, Kebumian hingga Astronomi.

Klik Juga: Walau Bupati, Pak Syam Pilih Jalan Kaki Dan Duduk Di Lantai Saat Numpang Feri Roro

Mereka akan memperebutkan 420 medali terdiri dari 70 emas, 140 perak dan 210 perunggu dengan lokasi perlombaan di berbagai tempat seperti SMP Dharma Yudha, SMA 1, 4, dan 8, lalu SMK Labor, SMK Plus, Cendana, Universitas Riau dan Politeknik Caltex Riau.

Bagi mereka sukses menjuarai perlombaan ini, tentunya akan mendapatkan imbalan seperti medali, piagam sudah dibubui tanda tangan Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI serta berkesempatan mengikuti perlombaan tingkat Internasional.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline