Panglima GNPF-MUI Beberkan Penyebab Terpecahnya Umat Islam Indonesia

Panglima-GNPF-MUI.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Panglima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustad Munarman membeberkan penyebab terpecah belahnya umat Islam yang kini sudah terjadi tidak hanya di Indonesia, namun di dunia.

Menurut Ustad Munarman, oknum-oknum yang tidak pernah suka dengan Islam telah membuat konsep kebijakan dengan cara mengkotak-kotakan Islam.

"Untuk mencegah Islam itu bangkit, ada beberapa klasifikasi yang telah dibuat. Pertama menamai Islam itu dengan sebutan sipil demokratik Islam," katanya di Masjid Raya Annur Pekanbaru, Kamis, 6 April 2017.

Menurutnya, pengelompokan dilakukan untuk membendung dan menaklukkan umat Islam dengan merubah pola pemikir. Dengan asumsi bahwa Islam perlu dibimbing ke arah sekuler atau barat dengan cara mengikuti peradaban bangsa barat.

Baca Juga: Di Masjid Raya Annur, Bachtiar Nasir Bakar Semangat Masyarakat Riau

"Atas dasar ini, kembali mereka membagi lagi menjadi beberapa spesifikasi umat Islam itu," imbuhnya.

Satu dari empat pembagian itu dinamakan kelompok fundamentalis kemudian dilanjutkan dengan kelompok yang menolak demokrasi, tradisional, moderalis dan kelompok sekuralis.

Dengan pengelompokan seperti itu, menurut Ustad Munarman, Islam akan mudah untuk dipecah belah. "Nanti itu yang akan mereka adu domba ialah kelompok yang mereka namai Islam tradionalis dengan fundamentalis. Cara salah satunya ialah dengan menggelontorkan dana melalui pemberian beasiswa dan beberapa di antaranya diberikanlah panggung politik," imbuhnya kembali.

Klik Juga: Gubri: Tabligh Akbar Sangat Penting Untuk Riau Kedepan

Sementara itu, Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan untuk memecah belah umat Islam ini sendiri beberapa diantaranya direkrut melalui para kalangan akademisi terutama perguruan tinggi Islam, mahasiswa dan beberapa di antaranya para aktivis perempuan.

"Kalau Islam sudah ada plotingan seperti itu, muslim di dunia ini dapat dipecah-pecah. Dengan mengetahui cara kerjanya, kita diharapkan mengerti dan hati-hati betul. Karena apa, Islam itu cuma satu, tidak ada istilah lain-lainnya," tutupnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline