Nisa Tempuh 200 Km Demi Wujudkan Impian Jadi Atlet Bulutangkis Dunia

PB-Djarum1.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Batahari Harahap (47), tak menyangka 10 hari lalu ia dihubungi Arsil Aan, pelatih bulutangkis anak bungsunya, Khairun Nisa Harahap (13), untuk mengikuti Seleksi Umum Beasiswa Djarum 2017, di Pekanbaru. 

Perjalanan sejauh sekitar 200 kilometer antara Pekanbaru-Dumai ditempuhnya guna mewujudkan impian anaknya tersebut, menjadi atlet bulutangkis kelas dunia yang membawa harum nama Indonesia, kelak. 

Nisa, panggilan akrabnya, termotivasi kesuksesan kakak kandungnya, Anggi Fauziah Harahap (15), menjuarai Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dua tahun berturut-turut sejak 2015-2016.

Baca Juga: Begini Tahap Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 Di Pekanbaru

"Selain melihat kakaknya, anak bungsu saya ini juga sudah diperkenalkan bulutangis sejak duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu (IT) Jami'Atul Muslimin, Kota Dumai," kata Batahari di halaman Gelanggang Olahraga (GOR) Angkasa, Sabtu, 25 Maret 2017.

Arsil Aan, pelatih Nisa yang selama ini menggemblengnya di Perkumpulan Bulutangis (PB) Keluarga Nan Sabaris Pariaman (PBKKNP), Dumai, lebih mengintensifkan latihan 10 hari ini, selain porsi latihan di hari biasanya. Buktinya, Nisa merupakan juara 1 Tingkat SD dalam O2SN pada 2016 silam.

Khairun Nisa Harahap

"(Sekitar) 10 hari lalu pelatih anak saya itu menghubungi kami membicarakan beasiswa di PB Djarum 2017 di Pekanbaru ini. Anak saya setuju ketika saya tanyakan. Akhirnya kami berangkat kemarin (Jumat, 24 Maret 2017), dan menginap di Mes Dumai di Jalan Ramlan," cerita Batahari. 

Pada tahap awal, screening, Sabtu pagi, Nisa tidak menyia-nyiakan kesempatan jarang untuk dilewatkan itu dalam menggapai cita-citanya.

Ia menang telak atas lawannya berasal dari Pekanbaru, Indriani Putri, dalam laga satu set berlangsung selama 5 hingga 10 menit itu. 

Klik Juga: Catat, Kriteria Ini Harus Dimiliki Atlet Dalam Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis

Batahari berandai-andai, jika nantinya Nisa harus dipaksa dipanggil dan digembleng di PB Djarum, Kudus, Jawa Tengah, laki-laki lima anak ini ikhlas dan menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya kepada sekolah terdahulunya, SDIT Jami'Atul Muslimin, Dumai.

"Untuk pendidikannya kedepan bila seandainya Nisa dipanggil ke Kudus, tentunya kita berkordinasi dahulu ke sekolah awalnya di Dumai, langkah tepat seperti apa yang harus dijalankan," tutupnya mantap.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline