Ciptakan Lagu Presiden Soekarno, Bule Australia Raih Penghargaan

Sally-Andrews.jpg
(TRIBUNNEWS.COM/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE - Seorang perempuan berkewarganegaraan Australia menciptakan lagu berjudul "Presiden Soekarno" yang ditulisnya hanya dalam waktu seminggu.

 

Lagu ciptaan Sally Andrews (22) asal New South Wales itu memiliki lirik yang mengajak anak muda agar tidak sekadar nasionalis, tapi terus berjuang dengan menimpa ilmu setingi-tingginya.

 

"Pendidikan adalah satu-satunya caranya untuk mencapai tujuan yang dibuat dirinya [Soekarno]. Membaca dan menulis tiap hari tiap malam. Menimba ilmu untuk mengerti lebih mendalam," demikian lirik lagu Presiden Soekarno ciptaan Sally, seperti dikutip dari Tribunnews.com, Rabu, 30 November 2016

 

Lewat lagu Presiden Soekarno, Sally menceritakan Soekarno muda sebagai sosok yang cerdas di sekolah, pandai berdebat dan memiliki hati yang hangat.

 

Sally mengaku setiap melihat foto-foto Soekarno membaca proklamasi, ia bertanya-tanya seberapa banyak keberanian yang diperlukan oleh Bapak Proklamator RI tersebut.

 

Bahkan lagu ini, mengantarkan Sally meraih penghargaan di ajang National Australia Indonesia Language Award (NAILA) 2016.

 

NAILA adalah kompetisi tahunan yang memberikan penghargaan untuk mereka yang tengah belajar dan ikut membantu pengembangan pengajaran bahasa Indonesia di Australia, yang diikuti para pelajar dari tingkatSekolah Dasar sampai universitas yang masih belajar bahasa Indonesia, bahkan tingkat profesional.

 

Sally memenangkan penghargaan di kategori 'Wild Card' yang mengandalkan keahlian berbahasa Indonesia dalam bentuk penampilan, seperti tarian, bernyanyi, dan cabang seni lainnya.

 

Sally sudah belajar bahasa Indonesia selama sekitar empat tahun. Kemampuan berbahasa Indonesia ini memberikan kesempatan Sally mendapat beasiswa New Colombo Plan.

Baca Juga: Pria Norwegia Ini Ciptakan Lagu 'Nasi Padang' Usai Jatuh Cinta

 

"[Saya] mengadakan perjalanan ke Flores, Maluku, Sulawesi, dan melalui Jawa... bertemu teman-teman banyak dari semua bagian kepulauan, dan bahkan mendapat pekerjaan sebagai penerjemah untuk sebuah firma hukum di Sydney," ujar Sally kepada Erwin Renaldi dari Australia Plus.

 

Saat ini, mahasiswa tingkat akhir dari jurusan hukum di University of Sydney itu juga tengah menimba ilmu di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

 

"Saya berharap orang Australia bisa mendapatkan pengetahuan lebih baik [soal] negara Indonesia dan mulai melihat melampaui [lebih dari sekedar] pantai Kuta dan terorisme," kata Sally Andrews.

 

Sally juga aktif sebagai relawan dengan menjabat Direktur West Papuan Development Company, yayasan yang menggalang dana untuk membangun sumur di provinsi Papua dan Papua Barat.

 

"Saya berharap Indonesia akan lebih terbuka untuk akses media Australia, terutama di Papua dan Papua Barat dan akan lebih berkerja efektif dengan pembantuan Australia supaya memperbaiki kondisi perkembangan di Indonesia Timur," ungkapnya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline