Demi Wujudkan Mimpi Sang Ibu, Beginilah Jatuh Bangun Jenderal Gatot Masuk Kopassus

Jenderal-Gatot-Nurmatyo.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE - Semasa hidupnya, sang Ibunda meminta Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjadi anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ibunya berpesan, "Jika kamu menjadi tentara, kamu harus menjadi anggota RPKAD."

 

Gatot mengatakan sang ibu terobsesi untuk menjadikannya sebagai anggota Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) karena rumah orangtua ibunya yang berdekatan dengan markas RPKAD di Cilacap.

 

Usai menyelesaikan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada 1982, Gatot berusaha mewujudkan keinginan ibunya untuk masuk menjadi anggota Kopassus nama baru RPKAD.

Baca Juga: Kebencian Warga Semakin Memuncak Alasan Polisi Jadi Bulan-bulanan

 

Ternyata usaha Gatot mengalami kegagalan, namun Gatot mencoba kembali. Pada kesempatan berikutnya, setelah berpangkat Kapten, Gatot kembali mendaftarkan dirinya masuk Kopassus, dan kembali mengalami kegagalan.

 

Setelah menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 25 Juli 2014 sampai 15 Juli 2015, Jenderal Gatot akhirnya berkesempatan. Tak lama setelah dilantik, Gatot memanggil Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo dan menyampaikan maksudnya ingin mendaftar pendidikan Kopassus.

 

"Tidak usah ikut pendidikan Pak, nanti Bapak saya kasih brevet kehormatan saja," kata Agus Sutomo kala itu, dilansir dari Instagram @ind_uniform, Minggu, 28 Agustus 2016.

Klik Juga: Juga: Tewas Ditangan Polisi, Keluarga: Kami Ingin Keadilan Seadil-adilnya, Bukan Minta Dam

 

Namun Gatot bersikukuh akan mendapat baret merah melalui jalur normal dan menolak kehormatan yang akan diberikan Agus Sutomo. Gatot mengikuti semua prosedur normal, mulai dari pendaftaran, ujian hingga penyematan brevet komando dan baret di pantai Cilacap.

 

Di usianya yang sudah tidak muda lagi yakni 55 tahun, Gatot harus melewati ujian yang keras, di antaranya senam jam 2 pagi, berendal di kolam suci Kopassus di Batujajar, longmarch, hingga berenang selama lebih dari 2 jam dari pantai Cilacap ke pulau Nusakambangan.

 

Bahkan, Gatot juga menjalani pendidikan Sandi Yudha yang mengharuskannya mengikuti ujian menyusup masuk ke suatu tempat yang terkunci dengan pengawalan ketat dari prajurit Kopassus. Gatot menyusup dengan mulus yang berhasil menyelesaikan ujian tersebut.

Lihat Juga: KontraS: Kapolda Riau Jangan Rayu, dan Tekan Keluarga Korban

 

"Beliau itu selalu mengikuti keinginan orangtuanya. Dahulu Ibunya yang menginginkan beliau jadi Kopassus, namun tak mendapat kesempatan. Tapi, mimpi beliau tercapailah saat menjadi KSAD. Meski KSAD beliau tak ingin dibedakan saat mengikuti pelatihan Kopassus hingga dilantik," ungkap Kepada Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenad) Brigjen TNI Wuryanto dikutip dari Okezone.

 

Usai menjalankan amanat menjadi Kopassus, kata Wuryanto, Gatot langsung menuju makam sang Ibu untuk berziarah sembari berdoa. "Bagitu jadi prajurit Kopassus, langsung terbang ke pemakaman orangtuanya menyampaikan bahwa amanah itu sudah dilaksanakan. Itu merupakan wujud bakti anak kepada orangtua," tutur Wuryanto.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline

-->