Di Negara Ini, Muslim Jalani Ramadan dengan Ketakutan

Muslim-Uyghur.jpg
(BOOMBASTIS.com)

 

RIAU ONLINE - Ramadan merupakan momen paling ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Muslim di dunia, bahkan di beberapa daerah di Indonesia menyambut Ramadan dengan menggelar pawai dan karnaval. Namun, kemeriahan dan sukacita menyambut Ramadan tidak dirasakan oleh Muslim di Xinjiang, Tiongkok.

 

Umat Muslim Uyghur di Xinjiang justru harus berduka. Di bulan yang penuh berkah mereka dilarang untuk beribadah. Bahkan, ibadah dianggap sebagai kejahatan.

 

Tiongkok merupakan negara komunis yang menganggap agama sebagai candu atau sesuatu yang dianggapbisa merusak negara hingga perlu dihapuskan.

 

Seperti dilansir dari Boombastis, segala bentuk praktik agama tidak mendapat dukungan atau dilarang terutama jika dilakukan di muka publik. Inilah alasan pertama diberlakukannya larangan berpuasa saat Ramadan bagi Muslim Uyghur.

 

Larangan ini wajib diberlakukan di semua sekolah, kantor dan lembaga pemerintahan di Xinjiang. Orang-orang yang tetap berpuasa akan dijatuhi hukuman atau diserahkan ke pihak kepolisian.

 

Masalah kesehatan menjadi alasan Tiongkok melarang para siswa yang belajar di sekolah pemerintah. Pemerintah menilai, jika anak-anak berpuasa maka akan jatuh sakit atau tidak dapat menyerap pelajaran dengan baik.

BACA JUGA: Umat Muslim di Negara Ini Jalani Puasa 19 Jam Sehari

 

Larangan ini seakan menjadi suatu bencana bagi suku Uyghur yang merupakan pemilik asli Xinjiang. Saat ramadan, pemerintah akan sangat memperhatikan semua Muslim. Muslim Uyghur dianggap sebagai musuh karena enggan menuruti aturan pemerintah Tiongkok. Terkadang, mereka harus menyerah lantaran menerima hukuman sangan berat untuk mereka yang berpuasa.

 

Namun, tak jarang pula Muslim Uyghur melawan. Agar bisa menjalankan ibadah puasa, mereka akan melakukan segala cara. Hal ini membuat Tiongkok sering mengalami konflik saat Ramadan tiba.

 

Situasi ini semakin membuat Tiongkok geram hingga semua hal yang berkaitan dengan Islam dianggap suatu pelanggaran hukum. Pemerintah Tiongkok bahkan menyebut kawasan yang dihuni Muslim Uyghur sebagai sarang kejahatan.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline