Tidak Ada Lagi Berebut Itik di Petang Megang, Ini Alasannya

Pacu-Sampan-Petang-Megang.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

Laporan: Azhar Saputra

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Tradisi petang megang dalam rangka menyambut bulan suci ramadan biasanya dimeriahkan dengan acara berebut itik di Sungai Siak. Pemerintah Kota Pekanbaru saban tahun menyediakan ratusan itik untuk disebar di sungai saat acara berlangsung, saat itu pula masyarakat harus menceburkan diri kesungai menangkap itik itik yang dilepas.

 

Wali Kota Pekanbaru Firdaus menyebutkan berebut itik yang selama ini dilaksanakan setahun sekali di bantaran sungai Siak tidak layak dilaksanakan jelang bulan ramadan.

 

"Untuk lepas bebek itu sendiri rasanya kurang pantas. Kita menyiksa binatang itu tidak boleh. Dia makhluk bernyawa sama dengan kita. Kita memasuki bulan suci ramadan tapi kita tidak peduli dengan lingkungan. Mereka itu makhluk yang sama dengan kita. Maka lepas bebek itu tidak cocok,"ucapnya,Minggu, 5 Mei 2016. (KLIK: Kecamatan Senapelan Rajai Pacu Sampan Petang Megang)

 

Untuk itu ditahun ini Firdaus mengganti lepas itik dengan lomba pacu sampan tradisional dayung tegak dan duduk.

 

"Jadi dayung tradisional ini budaya yang hampir punah. Kita gali lagi yakni ada pacu sampan. itu sebenarnya ada dua jenis perlombaanya yaitu didayung sambil duduk dan berdiri,"ucapnya.

 

Namun disayangkan pacu sampan tegak tahun ini belum terselenggara, Firdaus pun menjanjikan pada tahun mendatang perhelatan itu akan dapat terlaksana. (BACA: Selamat Datang di Kota Sampah, Bukan Kota Madani)

 

"Di tahun ini yang belum dilombakan yakni dayung tegak. Kalau tadi kan duduk. Dan itu juga sudah mulai punah maka itu kita lestarikan lagi mendayung sampan. Insya Allah untuk yang tegak tahun depan dapat terlaksana,"tandasnya.

 

Hanya tujuh kecamatan se-Pekanbaru yang ikut andil dalam memeriahkan acara tahunan pacu sampan tradisional petang megang yang berlangsung di bawah jembatan leighton I sungai siak. Panitia menyediakan hadiah berupa tropi dan uang tunai dengan total Rp 10 juta.

 

"Untuk hadiahnya kami berikan bagi juara satu uang tunai Rp 4 juta, juara dua Rp 3 juta, tiga Rp 2 juta, empat Rp 1 juta dan enam Rp 500 ribu," kata Ketua Panitia Hermon.