PNS Lulusan S1 dan S2 di Pemko Pekanbaru Banyak tak Kuasai Pekerjaannya

PNS-Pemprov-Riau-usai-Ikuti-Apel-Pagi.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRYANTO)
RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Kota Pekanbaru, Azharisman Rozie mengatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak perlu cemas menanggapi kabar rasionalisasi yang berhembus dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
 
 
“Berdasarkan data BKD Kota Pekanbaru, dari total 10 ribu jumlah PNS, 10 persennya itu tamatan SMA. Tapi pegawai tamatan SMA tidak perlu cemas soal rasionalisasi pegawai, karena hal ini masih dibahas pusat. Sepanjang mereka profesional dan berkualitas, tentu akan tetap kita pakai,” ungkap Rozie, Sabtu, 4 Juni 2016.
 
 
Menurut mantan Kabag Humas Pemkab Indragiri Hulu dan Kampar ini, rasionalisasi pegawai tidak perlu melihat dari latar belakang pendidikannya. Pasalnya, masih banyak pegawai bergelar S1, bahkan S2, tapi tidak menguasai pekerjaannya.
 
 
 
 
Rasionalisasi pegawai dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru bagi Pemko Pekanbaru yang saat ini kekurangan pegawai, lanjut Rozie. Sehingga apabila itu terjadi maka jumlah pegawai yang ada semakin tidak seimbang dengan beban tugas yang harus dikerjakan.
 
 
PNS Pemkot Pekanbaru Terlambat1
 
PEGAWAI Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Pekanbaru, berlarian untuk masuk dalam barisan, Rabu (22/7/2015), saat apel pagi usai cuti bersama Idul Fitri, di halaman Kantor Wali Kota Pekanbaru.
 
 
"Hingga 2019 nanti diprediksi kita akan kekurangan pegawai. Kalau pegawai tamatan SMA dikurangi makan jumlah pegawai kita juga akan berkurang dan berimbas pada beban pekerjaan," tandasnya.