Gara-gara Limbah Tambang Emas, Nelayan Kuansing Sulit Mencari Ikan

Ilustrasi-Nelayan.jpg
(INTERNET)

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Bupati Kuantan Singingi, Mursini menyebut limbah pertambangan emas liar yang ada di daerahnya sudah mulai berdampak negatif pada pencemaran pada Sungai Batang Kuantan dan Sungai Indragiri. Keadaan ini terus berlangsung hingga kini secara masif dan terus-menerus.

 

"Pertambangan emas kini sudah mulai berdampak pada sungai-sungai yang ada di Kuansing. Terutama pada sungai-sungai besar seperti Batang Kuantan dan Indragiri yang merupakan satu aliran," ungkap Mursini dalam Rakor dengan Forkopimda tingkat provinsi dan kabupaten kota se-Riau, Jumat, 3 Juni 2016.

 

Akibatnya, banyak sungai yang biasanya digunakan sebagai mata pencaharian masyarakat nelayan menjadi semakin sulit. Ikan banyak yang sudah tercemar dan berkurang akibat cemaran limbah tambang emas tersebut.

 

"Banyak penduduk yang mengfungsikan sungai sebagai bagian dari kehidupan mereka mulai terganggu dan ini semakin meresahkan masyarakat jika tak ditangani secara serius," tandas Mursini.

BACA JUGA: Begini Cara Mursini Tertibkan Penambang Emas Liar di Kuansing

 

Dampak ini juga merupakan akibat dari sulitnya pengendalian jumlah penambang emas liar yang ada di Kabupaten Kuansing.

 

Mursini menjelaskan kebanyakan titik pertambangan yang ada di Kabupaten Kuansing berada di bantaran sungai sehingga limbah dari aktivitas pencucian batu hasil pertambangan airnya diambil dan dibuang ke sungai.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline