PSPS Riau Kalah Lagi, Philep Salahkan Wasit

Pemain-PSPS-Vs-Persiraja.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

Laporan: Azhar Saputra

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pelatih PSPS Riau Philep Hansen Maramis menyayangkan kepemimpinan wasit yang dinilai tidak seimbang dilaga tandang kala berhadapan dengan dengan PS Bangka. PSPS Riau tunduk dengan skor tipis 1-0, dalam Babak penyisihan Torabica Super Champions (ISC) B 2016 lewat gol yang dicetak pemain PS Bangka Sukron di menit 34.

 


Padahal Philep mengklaim anak asuhannya tampil ciamik dengan mungasai pertandingan. Philep menyebutkan dilaga itu anak asuhnya bermain agresif seperti bermain di kandang dan bola sepenuhnya dikuasai PSPS Riau.

 

"Wah pertandingan kemaren itu luar biasa. Anak-anak lokal dengan materi lokal tentunya ya kan. Kayaknya kami disana yang menjadi tuan rumah. Maksudnya kami yang pegang bola banyak. Kami yang menekan mereka sehingga hasilnya mereka itu ketakutan. Sehingga ketakutan itu membuat wasit yang memimpin pertandingan mereka pegang," ucapnya kepada RIAUONLINE.CO.ID, Senin, 30 Mei 2016 yang baru tiba di bandara SSK II Pekanbaru.

 

Beberapa kesalahan wasit dibeberkan Philep, salah satunya adalah beberapa pelanggaran yang dianulir menguntungkan bagi PS Bangka. (KLIK: Hari Kedua Turnamen Futsal Se-Sumatera, Ini Hasil Pertandingannya)

 

 

"Kalau contohnya seperti sikit-sikit pelanggaran, Sikit-sikit pelanggaran untuk mereka. Dan banyak kejadian disaat pertandingan berlangsung. Wasitnya itu enggak tau saya dari mana. Untuk tuan rumah itu wasitnya luar biasa. Pokoknya dibela habis-habisan. Tetapi selama anak-anak main bola disana, waduh luar biasa. Itu yang saya senangnya," ujarnya.

 

Selain menyalahkan wasit, Philep tidak menepis bahwa kesalahan juga ada pada anak asuhnya. penyerang andalannya salah memberikan umpan kepada rekannya sehingga berbuntut gol untuk tuan rumah.

 

"Gol itu sebenarnya terletak pada kesalahan Ifra. Dia salah kasi bola saat back pass.Kasinya kebelakang tau-tau pemain kita tidak siap menerima bola. Nah kecuriannya disitu. Bukan dari kehebatan mereka, tetapi dari kesalahan kita sendiri,"tandasnya.