Jalan Rusak Garuda Sakti Bisa Buat Kolam Ikan Lele

Jalan-rusak.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/Zuhdy Febrianto)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Masyarakat Panam mengeluhkan parahnya kerusakan jalan Garuda Sakti Kilometer 1, Panam, Pekanbaru. Warga khawatir jalan tersebut akan memakan korban pengguna jalan jika pemerintah tak lekas melakukan perbaikan.

 

Salah seorang mahasiswa UIN Suska Riau, Yudha Armanda yang setiap hari melewati jalan tersebut mengaku sangat waspada melewati jalan tersebut. Sebab kata dia, jalan tersebut kerap terjadi kecelakaan akibat lubang-lubang besar yang menganga di tengah jalan. Kecelakaan paling sering terjadi ketika jalanan tersebut tertutup genangan air.

 

"Jalanan yang berlubang seperti itu sudah jelas membahayakan para pengguna jalan terutama bagi kami pengguna sepeda motor. Sangat beresiko sekali melewati jalan tersebut, apalagi jika kita melewatinya dalam keadaan air menggenang. Sudah sering di situ kecelakaan," kata Yudha kepada RIAUONLINE.CO,ID, ketika tengah melewati jalan tersebut. (KLIK: Kementerian Pertahanan Gelar Parade Cinta Tanah Air Untuk Siswa Riau)

 

Karena buruknya kondisi tersebut, mahasiswa asal Indragiri Hilir ini mengaku lebih aman melewati jalan lintas Riau-Sumbar walaupun ukuran jalannya yang lebih kecil dan padat. Namun menurutnya jalan tersebut jauh lebih baik dilewati ketimbang jalan Garuda Sakti yang rusak parah dan berdebu.

 

"Kalau lubang itu ditanami pohon pisang, sudah bisa sampai berbuah itu. Begitulah kondisi jalan tersebut saking parahnya sekarang ini. Apalagi kalau lagi banjir, bisa dibuat untuk pelihara lele di tengah jalan itu," seloroh Diman, mahasiswa UIN lainnya. (BACA: Mahasiswa Ini Tarik-menarik dengan Tiga Rampok Motor)

 

Mahasiswa Fekulatas Ekonomi UIN Suska ini meminta Pemerintah Provinsi Riau harus segera melakukan perbaikan sebelum ada korban jiwa. Namun ia juga menaruh curiga karena jalan tersebut rusak usai dilakukan perbaikan sekitar 2 bulan lalu. Ia menduga dalam pengerjaan proyek jalan tersebut, kontraktor yang mengerjakannya tak menggunakan standar yang telah ditetapkan.

 

"Jalan itu belum lama diperbaiki. Baru sekitar dua bulan yang lalu. Dan mulai rusak setelah musim hujan kemarin. Memang di situ tiap hujan selalu tergenang air, namun kita curiga karena kerusakan yang terjadi terlalu cepat," pungkas Diman.