Kita Tinggal di Kota Berkuah, Bukan Bertuah

berkuah.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/Azhar)

Laporan: Zuhdi Febrianto/Azhar Saputra

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Hujan yang melanda Kota Pekanbaru selama sekitar dua jam, Senin, 9 Mei 2016 sore, membuat membuat sejumlah ruas jalan kebanjiran. Seperti Jalan Balam dan Rajawali, di Kecamatan Sukajadi tergenang cukup dalam mencapai 30 hingga 50 cm.

 

Genangan banjir tersebut membuat arus lalu lintas terhambat. Pengendara yang melewati jalan tersebut harus berjalan pelan dan sangat berhati-hati.

 

Seorang pelajar SMA, Rudi risih dengan kondisi tersebut. Menurut warga Jalan Dagang ini, wilayah di sekitar rumahnya tinggal memang kerap mengalami banjir setiap kali hujan deras melanda Pekanbaru.

 

"Hujan mulai sekitar pukul 3 sore lebih tadi hingga jelang Maghrib. Hujan yang lama dan lebat buat jalan ini banjir," kata Rudi kepada RIAUONLINE.CO.ID. 

 

KLIK: Ada Tes asessment Sekda, Lantai II Perpustakaan Tertutup Untuk Umum

 

"Kita tinggal di Kota Berkuah, bukan Kota Bertuah, setiap kali hujan selalu saja kebanjiran. Setahu saya beberapa daerah di ecamatan lain juga mengalami hal yang sama ketika hujan," ungkapnya.

 

Pantauan RIAUONLINE.CO.ID, pengendara kesulitan melintasi jalan tergenang banjir setinggi betis orang dewasa. Sehingga mereka tidak tahu lagi di mana jalan dan posisi lobang menganga.

 

Banyak pengendara motor masuk lubang tersebut, dan tak ayal sebabkan kehilangan keseimbangan serta hampir jatuh dari kendaraannya. Beberapa motor juga terlihat mogok, busi motornya basah terendam air. 

 

Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Paus. Arus lalu lintas terhambat lantaran genangan air cukup tinggi. Drainase di pinggir jalan tidak lagi mampu menampung volume air.

 

Sebagian pedagang yang berada di sekitar lokasi terpaksa menutup lapak dagangannya lantaran air sudah menggenangi kedainya.

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline