Aktual, Independen dan Terpercaya


Digigit Ular Berbisa? Demi Nyawa Anda, Ini Tahapan Harus Dilakukan

Anakonda.jpg
(BBC/Toby Strong)

RIAU ONLINE - Tiba-tiba, ada orang terdekat Anda, bisa juga Anda atau orang tercinta, kena patuk ular berbisa. Apa yang akan Anda lakukan guna menyelamatkan korban tersebut? 

 

Tak semua jenis ular di dunia ini memiliki bisa atau racun mematikan. Namun, saat binatang tersebut melakukan gigitan disertai dengan bisanya, maka hal tersebut menjadi kegawatdaruratan medis harus segera ditangani karena dapat berujung pada kematian.

 

Ular diperkirakan menyebabkan 2,5 juta gigitan berbisa dan sekitar 125 ribu kematian setiap tahunnya di seluruh dunia. Negara-negara  seperti di Benua Afrika, Brazil, India dan Asia tenggara, disebut daerah kematian akibat gigitan ular terbanyak.

 

Baca Juga: Suku Waorani Sang Penakluk Anakonda Terpanjang di Dunia

 

Beberapa di antara jenis-jenis ular yang memiliki bisa, yakni:

- Ular kobra

- Ular berkepala warna tembaga/perunggu (Copperhead snake)

- Ular karang (coral snake)

- Ular derik (rattlesnake)

- Ular moccasin air (water moccasin snake)

 

"Semua ular akan menggigit saat mereka terkejut atau terancam. Gigitan ular dapat mematikan bila tidak ditangani dengan segera. Anak-anak memiliki risiko tertinggi karena ukuran tubuh mereka yang relatif lebih kecil." jelas dr. Atika, Anggota Redaksi Medis Kedokteran Umum KlikDokter.com. 

 

Lalu, seperti apa pertolongan pertama dan langkah-langkah lanjutan harus diambil dalam menghadapi korban gigitan ular:

 

1. Pastikan korban gigitan ular untuk tetap bersikap tenang

Yakinkan kepada korban, gigitan dapat diatasi dengan baik, sementara korban dibawa secepatnya menuju instalasi gawat darurat maupun klinik memiliki peralatan lengkap terdekat.

 

2. Usahakan korban membatasi gerakannya

Tujuannya, untuk mencegah aliran racun semakin mengalir di dalam tubuhnya. Bila perlu, buat pembidaian longgar sederhana untuk memastikan korban tidak banyak bergerak

 

3. Pastikan area gigitan ada di bawah level jantung

Misalnya, bila gigitan terjadi di tangan, maka pastikan tangan tidak diangkat lebih tinggi ataupun berada sejajar dengan jantung. 

 

4. Jangan menggunakan torniket/mengikat area tubuh tertentu pada korban

Pasalnya, pengikatan sering kali tidak tepat sasaran, malah justru mematikan seluruh jaringan di bawah ikatan akibat terlalu kuat (aliran darah berhenti secara total). Kematian jaringan secara total akan berakibat amputasi.

 

5. Jangan tekan area gigitan dengan kompres dingin

Selain itu, kita juga diminta berusaha memotong bekas gigitan dengan pisau. Selain itu, Anda juga tidak diperbolehkan untuk menghisap racun di area yang tergigit ular dengan mulut.

 

6. Lepaskan pakaian maupun aksesoris

Di antaranya cincin/gelang di sekitar area gigitan (bila ada). Pasalnya, area gigitan sangat mungkin untuk membengkak.

 

7. Korban baru tergigit ular tidak diberikan apapun lewat mulut

Pasalnya, ini bisa berakibat tersedak ketika pasien kehilangan kesadaran. Apalagi untuk memberikan korban minuman berupa kopi atau alkohol.

 

Kopi ataupun alkohol justru dapat mempercepat penyerapan racun ular oleh tubuh. Selain itu, jangan pula memberikan sembarangan obat tanpa adanya rekomendasi dari dokter.

 

8. Bila area gigitan mulai membengkak dan berubah warna

Sangat mungkin ular yang mengigit tersebut mengandung bisa. Jangan buang-buang waktu untuk membunuh/menangkap ular tersebut, segera bawa korban ke IGD terdekat, dan sampaikan ciri-ciri ular menggigit (bila diketahui) pada petugas medis.

 

Demikianlah pertolongan pertama saat menghadapi gigitan ular. Meskipun kebanyakan ular bersifat tidak mengandung bisa atau racun, tanpa keyakinan penuh atas jenis ular dihadapi, dan tanpa kepastian jelas apakah ular tersebut sudah dilatih dengan benar, Anda disarankan tidak mengambil atau bermain dengan ular.

 

Selain itu, hindari area-area di mana ular mungkin bersembunyi, seperti di bawah batu atau balok kayu. Bila Anda sedang mendaki gunung atau menjelajahi area baru, sebaiknya ketuk-ketuk area di hadapan Anda dengan tongkat kayu sebelum memasuki area tersebut. Saat diberi cukup peringatan dengan ketukan kayu, ular justru memiliki kemungkinan menjauhi Anda. 

 

"Paling penting, hindarilah untuk memancing amarah ular. Pasalnya, pada kondisi seperti inilah kejadian gigitan ular serius paling sering terjadi," pungkasnya. 

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline