Pidato Politik Kalah Populer Dibanding Sinetron Cinta Fitri

Fahri-Hamzah.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Mantan Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) pusat, Fahri Hamzah mengatakan hari ini masyarakat dan mahasiswa Indonesia sengaja dilakukan upaya pembodohan politik dengan kurangnya edukasi politik dari pemerintah.

 

Diingatnya, jika dulu ketika dirinya masih muda dan menjadi mahasiswa, pidato-pidato orang besar seperti Soekarno, Che Guevara dan tokoh besar lainnya menjadi konsumsinya ketika muda.

 

BACA JUGA : Presiden Mangkir di Sidang Perdana Citizen Lawsuit Masyarakat Riau

 

"Saya sangat menyayangkan karena sekarang pidato politik telah kalah populer dengan siaran sinetron dan telenovela. Contohnya sinetron Cinta Fitri, Tukang Bubur Naik Haji dan lain sebagainya," ujar Wakil Ketua DPR RI dari fraksi PKS ini dalam orasi kebangsaannya, Rabu (30/3/2016).

 

KLIK JUGA : Penggugat dalam Citizen Lawsuit Mau Damai, Asalkan Begini

 

Menurutnya, masyarakat awam harus diajarkan berpolitik. Karena akibatnya akan sangat fatal sekali bagi masyarakat yang tak memiliki kesadaran politik yang benar.

 

Fahri menerangkan, tokoh pemimpin Indonesia sejak Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono merupakan pemimpin yang semuanya dari kalangan atas. Tapi sekarang sejak Joko Widodo jadi presiden, dirinya mengatakan siapapun bisa jadi pemimpin besar. 

 

"Dulu kami tidak pernah berpikir untuk jadi pemimpin. Apalagi jadi presiden. Tapi sejak presiden sekarang ini membuktikan bahwa kita kalangan orang bawah juga bisa jadi pemimpin," tegasnya.

 

Harapan Fahri, organisasi kemahasiswaan di Indonesia dapat dikelola dengan baik dan ideal. Agar perkaderan-perkaderan melahirkan pemimpin-pemimpin ideal untuk pembangunan bangsa Indonesia. "Organisasi mahasiswa harus bisa melahirkan para tunas pemimpin," katanya.