Warga Meranti Ini Protes Pembangunan Tidak Merata

Pelabuhan-Dorak.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pembangunan Provinsi Riau yang dinilai mengalami kemajuan kualitas sejak tahun 2014 hingga 2015, dikeluhkan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti. Perkembangan daerah dianggap tidak sampai ke kabupaten dan kota lainnya.

 

Tokoh masyarakat Kepulauan Meranti, Fakhruddin Bakar memprotes Pemprov yang dianggap kurang peduli terhadap pembangunan Kepulauan Meranti.

 

"Dari tadi kita meligat dalam evaluasi kalau Kepulauan Meranti saja yang berada di posisi paling bawah. Mulai dari taraf hidup, rasio kematian paling tinggi, ekonomi masyarakat yang rendah hingga pembangunan fisik yang tertinggal jauh dengan kabupaten lainnya," kata Fakhruddin menanggapi pemaparan Pemprov Riau, dalam acara Forum Konsultasi Publik, di Gedung Daerah, Pekanbaru. Senin (21/3/2016).

 

Tokoh masyarakat asal daerah penghasil sagu ini berharap Pemprov Riau memberikan perhatian khusus demi terciptanya pembangunan infrastruktur yang memadai di Kelulauan Meranti supaya tak mengalami ketertinggalan yang jauh.

 

Selain masalah pembangunan fisik, masalah abrasi yang berada dalam isu lingkungan pun diangkat oleh Fakhruddin. Menurutnya, abrasi di Kelulauan Meranti sudah semakin parah setiap tahunnya. (KLIK: Kades Hanya Bantu Ratusan Ribu, Perempuan Ini Gelar Turnamen Sepakbola)

 

"Abrasi di Meranti sudah sangat mengkhawatirkan. Setiap tahunnya abrasi bisa sampai sejauh sepuluh meter ke dalam. Kami berharap soal abrasi ini bisa diprioritaskan tahun 2017. Bagaimana solusi penanggulangannya agar abrasi tidak semakin mengikis," keluhnya.

 

Maayarakat berharap pemerintah dapat membuat batu pemecah ombak. Dengan demikian, abrasi diharapkan dapat teratasi dan tidak semakin parah.

 

"Masalah roro juga ingin kami kemukakan lagi. Kita juga usulkan kembali Jalan Meng­kikip, Selat Panjang, karena kondisi alam putus, sehingga Roro dari Buton ke Kampung Balak terganggu. Jaraknya hampir 35 km lebih, itu merupakan jalan provinsi, tolong diprioritaskan juga," imbuhnya.

 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan urat nadi pemerintahan. Untuk itu, ia meminta Kepulauan Meranti turut menjadi perhatian pemerintah provinsi. (BACA: Kapolri Tantang Kapolda Riau yang Baru Berantas Narkoba)

 

"Kita punya Erizal Muluk dan Rusfian yang duduk di Anggota Dewan. Tolong perjuangkan aspirasi Meranti, terutama terkait infrastruktur," tuturnya.