Kantong Plastik Berbayar Tak Bebani Pengeluaran Warga

Memilah-Sampah-Plastik.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/RIZKI KURNIAWAN)

Laporan: Rizki Kurniawan

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kebijakan pemerintah yang menerapkan kantong plastik berbayar untuk setiap pembelian barang, masih ditentang oleh warga. Mereka beranggapan, kantong plastik tidak harus dibeli, tapi gratis.

 

Padahal, peraturan plastik berbayar ini bukan untuk membebani masyarakat dalam pengeluaran uang. Melainkan mengurangi limbah kantong plastik. 

 

“Selama ini, banyak orang hanya bisa mengeluh dan menyalahkan pemerintah. Ketika sampah menumpuk, mereka hanya mengomel. Kerjanya hanya berkeluh-kesah. Diharapkan setelah ini, warga paham dan peduli terhadap sampah,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru, Edwin Supradana, Minggu, 13 Maret 2016, pada Hari Peduli Sampah Nasional 2016, di Car Free Day Jalan Diponegoro, Pekanbaru. 

 

Edwin mengajak warga Pekanbaru untuk lebih peduli terhadap sampah dan dampaknya bagi lingkungan sekitar. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. 

 

(Baca Juga: Perwako Belum Ada, Indomaret dan Alfamart Pasang Harga Plastik Rp 200

 

Laki-laki paruh baya ini juga mengajak warga Pekanbaru untuk memisahkah jenis sampah sebelum dibuang ke tempat pembuangannya. Pemisahan sampah ini antara sampah daun-daunan, kertas, plastik, kaleng-kalengan, botol plastik, sisa-sisa makanan hingga pecahan kaca dan kayu. 

 

“Apalagi sampah plastik. Sampah ini sangat sulit dimusnahkan dan membutuhkan waktu lama sehingga bisa terurai di alam,” tuturnya.

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline