Bentuk Satgas Karlahut, Pemko: Bukan Berarti Pemerintah Gagal

padamkan-karhutla.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/HUMAS POLDA RIAU)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru membentuk Tim Satgas Siaga Darurat Karlahut usai mengetahui adanya potensi kebakaran lahan dan hutan di Pekanbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru.

 


Asisten I Bidang Pemerintahan Sekdako Pekanbaru, Dastrayani Bibra mengatakan pembentukan Tim Satgas Siaga Darurat ini bukan merupakan tanda pemerintah gagal dalam melajukan penanggulangan masalah karlahut.

 

"Justru kita membentuk ini untuk melakukan upaya pencegahan supaya jauh lebih maksimal. Karena kita tak mau terjadi kebakaran baru sibuk melakukan upaya penanggulangan," ujar Bibra kepada wartawan, Jumat (11/3/2016).

 

Bibra khawatir maraknya kasus kebakaran yang terjadi di wilayah pesisir utara akan ikut berdampak sama di wilayah Pekanbaru. "Sampai sekarang laporan dari BMKG, Pekanbaru masih aman dan nol titik hotspot. Namun kita juga khawatir karena daerah lain sudah mulai terjadi banyak kasus pembakaran," ucapnya.

 

BACA JUGA : Hitungan Minggu, 300 Hektare Lahan Terbakar di Riau

 

Bibra meminta pihak BPBD Damkar untuk segera menyusun tim siap siaga darurat Kebakaran Lahan dan Hutan dengan melibatkan seluruh satuan dan elemen yang ada di Pekanbaru seperti TNI, Polri dan jajaran pemko sendiri sampai ketingkat kecamatan dan Keluraharan.

 

KLIK JUGA: Kulit Anda Sawo Matang? Ini Keuntungannya

 

"Posko untuk Tim Satgas kota telah dibentuk oleh jajaran Kodim 0301 dan Markas Kodim itu kita jadikan posko lanjutan dari kesiapsigaan tim ini. Nantinya termasuk Satpol PP dan jajaran Kesehatan dengan segala personal dan fasilitas dan perlengkapannya akan kita penuhi,’’ ujar Destrayani Bibra.

 

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi mengatakan hingga kini wilayah Pekanbaru masih aman dari iklim kemarau. Angin panas kini lebih mengarah pada wilayah pesisir Riau yang kini banyak terpantau titik hotspot.

 

"Prediksinya arah angin dan perkembangan cuaca pada bulan Mei hingga September wilayah Riau daratan termasuk Pekanbaru akan mengalami curah hujan yang rendah yang berpotensi kemarau," ungkap Slamet kepada RIAUONLINE.CO.ID.