Waduh! Kata BMKG Riau Bakal Alami Kemarau Panjang

Kebakaran-Hutan-dan-Lahan.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sugarin mengatakan peningkatan status Siaga Darurat Karlahut untuk Provinsi Riau oleh Plt Gubernur Riau berkemungkinan akan bertahan cukup lama.

 


Pasalnya dari data yang dipantau oleh BMKG terkait prakiraan cuaca selama beberapa bulan mendatang, bulan Maret hingga April ini adalah bulan dengan kemarau basah. Maksudnya adalah, selama 2 bulan ke depan kemarau masih akan terjadi hujan di Riau.

 

"Selama 2 bulan ini kita masuk dalam musim kemarau tahap pertama namun karakternya masih kemarau basah. Jadi cuaca panasnya tak akan terlalu terasa dan tak terlalu kering karena Riau masih ada potensi curah hujan," ujar Sugarin kepada wartawan di Lanud Roesmin Nurjadin, Senin (7/3/2016).

 

Namun BMKG menprediksikan mulai pada bulan Mei, Riau akan dilanda musim kemarau tahap kedua yang intensitas waktunya akan lebih lama dan lebih kering ketimbang pada tahap awal.

 

BACA JUGA : Lagi, Riau Tetapkan Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan

 

"Pada tahap kemarau kedua nantinya itu waktunya lebih panjang dan lebih kering karena angin panas itu akan melewati Riau dan jarak waktunya dari bulan Mei hingga bulan September mendatang. Ini yang harus kita antisipasi sebenarnya," ucapnya.

 

KLIK JUGA : Dianggap Tak Serius Cegah Karlahut, Dua Instansi Ini Dimarahi Pangdam

 

Pada musim kemarau tahap kedua nantinya, angin panas akan melewati beberapa provinsi yang memang memiliki tingkat kerawanan kebakaran selerti Lampung, Sumsel dan Jambi. Sugarin khawatir hal yang sama pada tahun lalu akan terulang lagi pada tahun ini.

 

"Antisipasi harusnya bukan dari kita aja. Kalau antisipasi dan keseriusan hanya dari pemerintah kita maka kejadian seperti tahun lalu akan kembali terulang pada tahun ini dan Riau hanya akan jadi salah satu daerah buangan asap dari provinsi tetangga," tandasnya.