Disparekraf Minta Akses Jalan Lubuk Bigau Diselesaikan

air-terjun.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau, Fahmizal menyayangkan buruknya akses menuju air terjun Pangkalan Kapas yang berada di Lubuk Bigau. Buruknya akses jalan membuat air terjun tersebut tak terlalu dilirik oleh wisatawan.

 

Air Terjun Pangkalan Kapas, ujar Fahmizal, berada di Desa Lubuk Bigau, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar merupakan air terjun tertinggi di pulau Sumatera.

 

"Air terjunnya sangat menjanjikan dan memiliki banyak potensi wisata. Tapi kita memang menyayangkan buruknya akses ke sana yang sangat buruk dan tak layak untuk dilewati. Kalau akses bagus pasti sangat banyak kunjungan ke sana," ungkap Fahmizal kepada wartawan, Kamis (25/2/2016).

(BACA JUGA: Sepi Wisatawan, Pemprov Siapkan Rp 20 M untuk Bangun Jalan ke Candi Muara Takus)

 

Menurut Fahmizal, Desa Lubuk Bigau memiliki banyak air terjun dan jumlahnya bisa mencapai ratusan. Namun, air terjun tertinggi dan paling indah adalah Air Terjun Pangkalan Kapas.

 

"Saya kemarin bicara dengan Kepala Desa Lubuk Bigaunya, katanya memang banyak sekali air terjun yang ada di sana. Karena memang daerahnya kan masuk dalam kawasan Bulit Barisan sehingga topografi dan keindahannya sangat bagus sekali. Kabarnya jumlahnya memang mencapai ratusan," terangnya.

 

Sayangnya, hingga kini Disparekarf Provinsi Riau belum bisa mengidentifikasi jumlah air terjun yang ada di sana karena terbatasnya akses jalan menuju Desa tempat air terjun tersebut.

 

"Karena akses kita belum bisa hitung semuanya. Tapi secepatnya akan kita usahakan menghitung itu," katanya.

(KLIK JUGA: Niat Hati Ingin Lihat Air Terjun, Plt Gubri Terpaksa Lihat Rumah Warga yang Tenggelam)

 

Dalam waktu dekat Disparekraf provinsi akan melakukan komunikasi dengan Dinas PU dan Bina Marga Provinsi Riau agar masalah terbatasnya akses menuju air terjun tersebut bisa segera diselesaikan.

 

"Kita akan bangun komunikasi dan koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga, baik yang di provinsi maupun yang ada di kabupaten supaya segera menyelesaikan akses ini. Karena akses ini juga merupakan penghubung beberapa desa dengan kecamatan yang ada di luar," tutupnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline