Syarat Tak Banyak, Dinsos Diminta Segera Serahkan Data Korban Tewas Akibat Banjir

Sungai-Kampar-Tenggelamkan-Desa-Tanjungrambutan.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dinas Sosial Provinsi Riau mendesak kepada Dinas Sosial kabupaten dan kota untuk segera menyerahkan data lengkap korban meninggal akibat banjir yang menerjang Riau beberapa waktu terakhir ini.

 

Data tersebut nantinya akan digunakan untuk mencairkan dana Bantuan Santunan Kematian (BSK) bagi keluarga korban yang masih hidup. Data tersebut seperti identitas korban dan keluarga ahli waris dan keterangan kematian dari desa ataupun kelurahan setempat yang menerangkan sebab kematian.

 


"Sesuai dengan perintah Buk Mensos kemarin, kita minta Dinsos kabupaten untuk segera mengunpulkan data korban ini supaya dana BSK bisa segera dicairkan kepada ibu atau keluarga korban ini," ungkap Syarifuddin, Senin (15/2/2016).

 

Syarat yang tak banyak, lanjut Syarifuddin harusnya membuat pengumpulan data ini bisa segera dilaksanakan secepatnya. "Syaratnya tak banyak kok, jadi harusnya bisa segera selesai lah. Semakin cepat maka semakin cepat pula bantuan tersebut dapat diterima oleh keluarga korban. Begitu terkumpul datanya, langsung bisa diproses. Jadi sangat cepat memang," jelasnya.

 

Menurut laporan yang ia terima, korban meninggal akibat banjir di Riau ini ada 4 orang. Semuanya meninggal akibat terseret arus banjir yang menerjang desa mereka.

 

"Korbannya itu dua orang dari Kabupaten Kampar, kemudian masing-masing satu korban dari Kabupaten Rohul dan Inhu. Untuk Inhu sendiri laporannya baru kita terima kemarin malam," pungkasnya.

 

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa menegaskan tiap korban meninggal akibat bencana alam maupun sosial berhak mendapatkan santunan dari Pemerintah sebesar 15 juta pada masing-masing keluarga korban. Khofifah meminta pada Dinsos Provinsi Riau untuk segera melaporkan jumlah korban meninggal akibat banjir supaya dapat segera dicairkan.

 


"Ini merupakan dana santunan takziah kita dari pemerintah. Juga sebagai salah satu simbol duka cita kita kepada keluarga korban yang ditinggalkan," kata Khofifah, Sabtu (13/2/2016) lalu.