Bantuan Pemprov Sumbar Tak Bisa Tembus Daerah Banjir

Mengungsi-ke-Masjid.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRIYANTO)

RIAU ONLINE, PANGKALAN - Banjir yang melanda Kecamatan Pangkalan, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, ternyata hanya dilayani satu perahu karet bertuliskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB).

 

Padahal, kata Asrizal, Kepala Jorong Pasar Baru, Kecamatan Pangkalan, perahu karet ada tiga unit yang disiapkan. Namun, banjir yang terbesar sejak 1997 ini , dua unit perahu karet lainnya, dibawa ke kabupaten yang berjarak puluhan kilometer dari lokasi bencana alam. 

 

(Baca Juga: Warga Tuding Pengelola PLTA Koto Panjang Lambat Buka Pintu Air

 

"Bantuan dari pemerintah sudah dikirim cuma terkurung di daerah Sopang, karena kendaraan pengangkut tak mampu tembus lokasi banjir. Ada di Mess Pemda dan Pasar keduanya di Jorong Pasar Baru," kata Asrizal, Senin (8/2/2016), kepada RIAUONLINE.CO.ID

 

Ia menjelaskan, di Kecamatan Pangkalan Koto Baru ada beberapa kampung yang terendam banjir. Di antaranya, Lubuk Nago, Lakuak Gadang, Muaro, Padang Kapas, Kampung Panjang, Mandahiling, Muara Bandar, Koto Jajaran, Kapas Panji, Roge, Puanok, Sopang, Koto Tongah, Batang Mahat, Batang Samo, Manggilang, dan Batang Kasok.

 

Wartawan RIAUONLINE.CO.ID yang berada di lokasi banjir, Zuhdy Febriyanto melaporkan, sejak tadi malam listrik di Kecamatan Pangkalan sudah padam hingga Senin siang ini. 

 

(Klik Juga: Jalan Sumbar-Riau Terendam Banjir, Ribuan Kendaraan Mengular

 

Selain itu, Sunarti, warga Jorong Pasar Baru mengatakan, stok air bersih hingga kini belum ada. Saat ini warga saling bahu-membahu mendirikan dapur umum. 

 

"Saat ini, sudah ada telur 300 butir, beras 30 kg, teri dan mie instan sekitar 500 bungkus. Ini merupakan sumbangan dari luar," tuturnya. 

 

 

Simak berita Banjir Pangkalan lainnya dengan klik di sini.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline