Netizen Ramai-ramai Protes Iklan Hijab Berlabel Halal

Iklan-Hijab-Halal.jpg
(FACEBOOK/WASITO ADI)

RIAU ONLINE - Baru-baru ini tagline "Yakin hijab yang kita gunakan halal?" menjadi bahasa promosi dari iklan satu produk hijab berlabel halal menuai pro dan kontra. 

 

Bahasa iklan tersebut sontak membuat netizen bereaksi. Berbagai kritikan hingga status menuai diskusi di kolom komentar bermunculan dari sejumlah pengguna media sosial Facebook. Seperti status Wasito Adi di akun Facebook miliknya, berikut kutipannya:

 

 

(Baca Juga: Datang ke Kampanye Trump, Muslimah Berhijab Diusir

 

LABEL HALAL, CARA TERSELEBUNG MEMBODOHI UMAT

saya tidak paham perangkat ilmu fiqih yg digunakan mengkaji halal/haram benda-benda yg dikonsumsi masyarakat. namun saya ingat ada kaidah fikih yg cukup populer "SEMUA MAKANAN HALAL KECUALI ADA DALIL YG MENGHARAMKAN". diantara yg diharamkan adalah: 1) bangkai, 2) daging babi, 3) darah, 4) hewan yg disembelih tdk atas nama Allah. diluar yg disebut itu, hukum halal/haramnya menjadi domain khilafiyah. (mohon koreksinya).

 

Kaidah tsb sekaligus jadi pertanda bahwa benda/makanan yg halal itu jaauuhh lebih berlimpah daripada yg haram. weslah, orang mau makan apa saja boleh memastikan jika yg dimakannya adalah makanan halal kecuali ada unsur haram yg nyata didepan mata. maka tidak heran, pemberlakuan SERTFIKASI HALAL oleh embuh siapa itu banyak mengundang reaksi pro kontra dikalangan ulama.

 

Yang kontra sertifikasi halal berpendapat: LABEL HALAL dapat MEMBINGUNGKAN umat Islam lantaran produk makanan yang mendapat label halal dari MUI berjumlah sangat sedikit, padahal makanan yang belum mendapatkan label MUI atau belum mendaftarkan diri untuk disertifikasi hukumnya belum tentu haram dan jumlahnya jauh lebih banyak. semestinya yg dilabeli adalah yg HARAM karena jumlahnya lebih sedikit.

 

LABEL HALAL selain bertolak belakang dengan kaidah fiqih diatas, tidak sejalan dengan prinsip islam "YASSIRU WALA TU'ASSIRU/PERMUDAH JANGAN MEMPERSULIT" juga akan menciptakan stigma buruk pada produk-produk yg tdk/belum berlabel halal. seolah-olah produk produk tsb adalah PRODUK SUBHAT alias patut diragukan kehalalannya.!

 

Contoh nyata dari upaya penciptaan stigma buruk pada produk-produk tdk berlabel halal bisa dilihat pada iklan JILBAB ZOYA melalui kalimat "YAKIN HIJAB YANG KITA GUNAKAN HALAL?" mereka berusaha menciptakan kesan SUBHAT pada produk lain diluar mereka yg blm/tidak mendapat sertifikasi halal.

 

Apakah ajakan memakai jilbab yg bersertifikasi halal adalah bagian dari upayakan menjalankan agama secara kaffah? bukan.! itu adalah cara terselubung membodohi umat demi meraup laba bisnis berlipat ganda.

 

Status tersebut banyak mendapat komentar dari pengguna lainnya dan telah dibagikan sebanyak 1.726 kali

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline